Seoul International Women's Film Festival (SIWFF) ke-28 akan digelar pada 20-26 Agustus mendatang di Megabox Sinchon dan Cinematheque KOFA, Arsip Film Korea.
Mengusung slogan lama 'See the World Through Women's Eyes!' , festival tahun ini melanjutkan tema 'Reimagining F' dari tahun lalu, dengan tambahan fokus baru: kedipan layar.
Trailer festival menampilkan TV CRT tua yang berkedip, praxinoscope, dan prompt AI yang diketik di mesin tik tua.
Gambaran ini mempertentangkan ketidaksempurnaan alat analog dengan karya AI yang mulus dan sempurna.
Sutradara trailer SIWFF tahun ini, Kim Mi-jo, mengatakan bahwa kedipan biasanya dianggap sebagai kesalahan teknis di lokasi syuting.
Namun di era AI yang menuntut kesempurnaan, ia justru melihat kedipan sebagai tanda kemanusiaan sejati.
Aktor Lee Yeon Jadi Duta Festival
Aktor Lee Yeon ditunjuk sebagai SIWFFstar ke-12, gelar duta resmi festival, dan akan hadir dalam upacara pembukaan pada 20 Agustus.
Lee dikenal lewat perannya di 'D. P.'
(2021), 'Juvenile Justice' (2022), dan 'Kill Boksoon' (2023).
Film terbarunya, 'The Journey to Gyeong-ju', pernah meraih Pitch & Catch Award pada 2022 melalui program pengembangan SIWFF.
Kini film tersebut kembali ke festival bersama Lee sebagai duta terbaru.
Film Pembuka dan Program Pilihan
Film 'The Station' karya Sarah Ishaq akan membuka festival, setelah tayang di Critics' Week Competition Cannes.
Film ini masuk dalam bagian 'New Journey' yang menampilkan karya terbaru sutradara perempuan, termasuk film yang sudah diputar di Cannes, Berlin, Venesia, Toronto, dan Sundance.
Beberapa judul yang dinantikan antara lain 'The Dreamed Adventure' karya Valeska Grisebach dan 'If I Had Legs I'd Kick You' (2025) karya Mary Bronstein.
Programmer Song Hyo-jung menjelaskan bahwa karya-karya ini mengangkat hubungan antarmanusia, dinamika baru dengan AI, ketegangan antargenerasi, serta tarik-menarik antara kemandirian dan isolasi, melalui perspektif perempuan yang khas.
Program retrospektif tahun ini mengusung tema 'Mad or Bad: Rethinking the Villainess' yang menelusuri penggambaran penyihir, femme fatale, dan body horror dalam sejarah film.
Program lain, 'Japanese Women's Cinema: Generations and Gazes', menampilkan karya Sachi Hamano, Satoko Yokohama, Yui Kiyohara, dan Son Myeong-ah untuk menunjukkan keberagaman sinema perempuan Jepang.
Sementara itu, 'Korean Panorama, Here & Now' menampilkan 17 judul film dokumenter, fiksi, esai, dan animasi karya sutradara perempuan Korea.
Salah satunya adalah 'Dear You, Unrelated' (2025) yang membayangkan ulang akhir yang hilang dari film 'The Widow' (1955) arahan sutradara perempuan pertama Korea, Park Nam-ok.
Programmer Son Si-nae mengatakan bahwa tahun ini mereka mengeksplorasi bagaimana masyarakat dan kehidupan dibentuk ulang oleh perkembangan teknologi di era digital dan AI.
Retrospektif juga akan menghormati aktor dan produser Kim Ji-mee yang meninggal pada Desember 2025 di usia 85 tahun.
Kim memulai debutnya di 'Twilight Train' (1957) karya Kim Ki-young dan berkarier di sekitar 700 film selama era keemasan sinema Korea.
Program pendamping akan meninjau kembali kolektif film perempuan tahun 1980-an dan 1990-an, yang bergerak di luar arus utama namun meninggalkan jejak di budaya film Korea.
SIWFF yang didirikan pada 1997 telah hampir tiga dekade mengakui dan mendukung sineas perempuan, serta menghadirkan film dari seluruh dunia yang berpusat pada kehidupan perempuan.
Tahun ini, festival menawarkan beragam program, dari film pendek eksperimental hingga retrospektif lintas abad, semua untuk merayakan perempuan yang membentuk industri film.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di siwff. or.
kr.