PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Bencana tersebut mengganggu sejumlah infrastruktur TelkomGroup, menurunkan kualitas layanan mobile, fixed broadband, dan layanan digital lainnya di beberapa titik.
>>> Gempa NTT: Pertamina Patra Niaga Berikan Bantuan Kebutuhan Dasar
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan trafik sudah berangsur normal. Awalnya sekitar 50 persen BTS Telkomsel terganggu, namun kini sebagian besar telah pulih.
Sebanyak 85 persen dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Sisanya masih dalam proses penanganan.
Pemulihan diprioritaskan di wilayah seperti Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada.
Sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang sempat terdampak telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam.
>>> Profil Tommy Indratama, Pria yang Dilaporkan Aniaya DJ di SCBD
Kini, 16.788 atau 98,3 persen dari total 17.062 pelanggan IndiHome telah terlayani. Sisanya masih dalam pemulihan bertahap.
Jaringan backbone TelkomGroup masih berfungsi baik berkat jalur cadangan. Namun, putusnya fiber optik di darat dan laut menurunkan kapasitas layanan di beberapa titik.
Sebanyak 300 tim teknis TelkomGroup dikerahkan untuk asesmen, pemulihan jaringan, dan penanganan infrastruktur pendukung, berkoordinasi dengan pihak terkait.
TelkomGroup juga memaksimalkan genset bergerak dan tetap untuk menjaga layanan sembari menunggu normalisasi listrik.
>>> SMARTFREN Perluas Unlimited 5G di Bali, Dukung Konektivitas Digital
Sinergi diperkuat dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, BNPB, BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta mitra dan relawan.
