Pemerintah menyalurkan bantuan beras senilai kurang lebih Rp 100 miliar untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyaluran logistik darurat ini dikonfirmasi pada Selasa (18/8/2026).
>>> Netanyahu dan Kushner Bahas Peran Jenderal AS Awasi Perlucutan Senjata Hamas
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa alokasi bahan pangan tersebut berada di bawah kewenangannya untuk percepatan penanganan tanggap darurat di daerah terdampak.
"Baru kami mau berangkat hari ini atau besok. Tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp 100 miliar.
Sebagai kepala Bapanas," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (18/8/2026).
Bantuan porsi awal difokuskan pada komoditas beras dari anggaran Bapanas, dengan opsi penambahan minyak goreng jika diperlukan di lapangan.
Proses koordinasi logistik dipastikan berjalan cepat guna memenuhi kebutuhan warga.
"Itu dari APBN. Itu dari anggaran untuk bencana.
Itu kan di Bapanas. Barangnya ada di sana, Bulog sudah, hari bencana, hari Sabtu langsung kami ambil keputusan.
Kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras diberi.
Nanti tanda tangannya menyusul," terang Amran.
Stok beras cadangan nasional di gudang Perum Bulog saat ini tercatat mencapai 5,2 juta ton.
>>> Menteri Pertahanan Jepang: Kerja Sama AS-Korsel Krusial untuk Keamanan
Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan warga di NTT selama masa pemulihan.
"Ini kalau dihitung ada 5 kali lipat ya? Ada 5 kali lipat.
Aman, aman, aman. Stok kita 5,2 juta.
Aman, insyaallah aman," pungkas Amran.
Sebelumnya, distribusi awal telah menjangkau empat wilayah di NTT dengan total 5.386 ton beras gabungan antara bantuan bencana dan bantuan pangan reguler senilai Rp 75,4 miliar.
Pasokan logistik tersebut mencakup Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka.
Kabupaten Manggarai menerima 31,63 ton bantuan bencana serta 1.799 ton bantuan pangan reguler.
Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan reguler.
Adapun Kabupaten Ngada mendapat alokasi 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan reguler.
Kabupaten Sikka menerima 6,88 ton bantuan bencana serta 1.281,36 ton bantuan reguler.
>>> Telkomsat Percepat Pemulihan Jaringan di NTT dengan Satelit
Secara khusus, total alokasi bantuan kebencanaan murni mencapai 200,35 ton beras untuk pemenuhan kondisi darurat warga.
