Cuaca panas saat musim kemarau membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Semua orang berisiko, terutama bayi, anak-anak, lansia, atlet, dan pekerja berat.
>>> Hujan di Jakarta Saat Kemarau: Ini Penjelasan BMKG dan Klaim Modifikasi Cuaca
Kenali Tanda-Tanda Dehidrasi
Langkah awal mencegah dehidrasi adalah mengenali gejalanya. Gejala awal meliputi sakit kepala, mulut dan bibir kering, jarang buang air kecil, serta kelelahan.
Pada kondisi berat, tanda yang muncul antara lain tidak buang air kecil selama delapan jam, urine berwarna gelap, mulut dan mata sangat kering, denyut jantung cepat, pusing ekstrem, dan kulit tidak kembali normal saat dicubit.
>>> Jadwal Pendaftaran Magang Kemnaker Batch 2 2026: 3-8 September, Ini Syaratnya
Tips Minum Air yang Tepat
Mengutip Rumah Sakit Pusat Pertamina, mencegah dehidrasi tidak cukup hanya dengan minum air. Cara minum yang tepat juga penting.
Berikut tujuh tips yang perlu diperhatikan: minum air secara teratur meski tidak haus, konsumsi buah dan sayur kaya air, hindari minuman berkafein dan beralkohol, serta gunakan pengingat untuk minum.
>>> Biaya Medis Polusi Jakarta Capai Rp59 T, Revisi Perda Kualitas Udara Mandek 21 Tahun
Selain itu, perhatikan warna urine sebagai indikator hidrasi, minum lebih banyak saat beraktivitas di luar ruangan, dan selalu bawa botol air minum.
