Jagat media sosial, khususnya platform microblogging Threads, tengah digegerkan oleh sebuah utas viral yang menyingkap dugaan kasus pelecehan seksual di kalangan selebritas tanah air. Kasus ini menyeret nama seorang artis berinisial EJR dan seorang penyanyi berinisial NB.
Pengakuan mengejutkan tersebut pertama kali diunggah oleh seorang perempuan melalui akun @ajsbsbwas. Dalam utasnya, ia menceritakan pengalaman traumatis yang allegedly (diduga) menimpanya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa hingga berita ini diturunkan, cerita tersebut masih berstatus sebagai kesaksian sepihak yang belum terverifikasi secara independen oleh pihak berwajib.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kejadian yang bermula dari kawasan elit di Jakarta ini? Berikut ulasan lengkapnya.
Berawal dari Malam Hangout di Senayan
Menurut penuturan korban, malapetaka yang ia alami bermula pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, ia memutuskan untuk pergi dan menghabiskan waktu bersama EJR dan NB di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Korban mengungkapkan bahwa ia mengenal EJR sudah sejak lama. Bahkan, sosok EJR ini disebutnya sebagai idola sejak ia masih kecil. Rasa percaya inilah yang diduga menjadi celah mengapa korban mau mengikuti ajakan mereka.
Setelah cukup lama berada di Senayan, rombongan tersebut kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kediaman pribadi EJR yang berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di sinilah momen-momen yang diklaim sebagai awal mula kejadian mengerikan tersebut terjadi.
Misteri 'Vape' dan Kondisi Tubuh yang Tiba-tiba Lemah
Dalam perjalanannya maupun saat berada di lokasi, korban mengaku beberapa kali diminta untuk menghirup asap vape oleh para pelaku.
“Saya saat itu tidak mengetahui adanya dugaan kandungan THC di dalam vape tersebut,” tulis korban dalam unggahannya.
Tak lama setelah menghirup asap tersebut, korban mengklaim mengalami perubahan kondisi fisik yang drastis. Tubuhnya mendadak menjadi sangat lemas, kantuk yang luar biasa menyerang, hingga ia kehilangan kemampuan untuk berjalan dan mengendalikan gerak tubuhnya sendiri.
Meski demikian, klaim mengenai adanya kandungan zat terlarang (THC) dalam vape tersebut serta efek fisiologis yang dialaminya masih memerlukan pembuktian forensik dan verifikasi dari pihak berwajib.
