unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Viral di Threads! Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Melibatkan Artis EJR dan Penyanyi NB, Bermula dari 'Vape' di Senayan
News

Viral di Threads! Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Melibatkan Artis EJR dan Penyanyi NB, Bermula dari 'Vape' di Senayan

Viral di Threads! Ini Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual Melibatkan Artis EJR dan Penyanyi NB, Bermula dari 'Vape' di Senayan
Baru di Threads! Tambahkan Lagu Favorit ke Postingan, Begini Caranya
A A Ukuran Teks16px

Jagat media sosial, khususnya platform microblogging Threads, tengah digegerkan oleh sebuah utas viral yang menyingkap dugaan kasus pelecehan seksual di kalangan selebritas tanah air. Kasus ini menyeret nama seorang artis berinisial EJR dan seorang penyanyi berinisial NB.

Pengakuan mengejutkan tersebut pertama kali diunggah oleh seorang perempuan melalui akun @ajsbsbwas. Dalam utasnya, ia menceritakan pengalaman traumatis yang allegedly (diduga) menimpanya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa hingga berita ini diturunkan, cerita tersebut masih berstatus sebagai kesaksian sepihak yang belum terverifikasi secara independen oleh pihak berwajib.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kejadian yang bermula dari kawasan elit di Jakarta ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Berawal dari Malam Hangout di Senayan

Menurut penuturan korban, malapetaka yang ia alami bermula pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, ia memutuskan untuk pergi dan menghabiskan waktu bersama EJR dan NB di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Korban mengungkapkan bahwa ia mengenal EJR sudah sejak lama. Bahkan, sosok EJR ini disebutnya sebagai idola sejak ia masih kecil. Rasa percaya inilah yang diduga menjadi celah mengapa korban mau mengikuti ajakan mereka.

Setelah cukup lama berada di Senayan, rombongan tersebut kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju kediaman pribadi EJR yang berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di sinilah momen-momen yang diklaim sebagai awal mula kejadian mengerikan tersebut terjadi.

Misteri 'Vape' dan Kondisi Tubuh yang Tiba-tiba Lemah

Dalam perjalanannya maupun saat berada di lokasi, korban mengaku beberapa kali diminta untuk menghirup asap vape oleh para pelaku.

“Saya saat itu tidak mengetahui adanya dugaan kandungan THC di dalam vape tersebut,” tulis korban dalam unggahannya.

Tak lama setelah menghirup asap tersebut, korban mengklaim mengalami perubahan kondisi fisik yang drastis. Tubuhnya mendadak menjadi sangat lemas, kantuk yang luar biasa menyerang, hingga ia kehilangan kemampuan untuk berjalan dan mengendalikan gerak tubuhnya sendiri.

Meski demikian, klaim mengenai adanya kandungan zat terlarang (THC) dalam vape tersebut serta efek fisiologis yang dialaminya masih memerlukan pembuktian forensik dan verifikasi dari pihak berwajib.

Sadar Pukul 03.00 WIB dan Pesan Misterius dari NB

Korban baru berhasil "tersadar" dari kondisi setengah sadarnya sekitar pukul 03.00 WIB. Ia terbangun karena sang ibu yang panik mencari keberadaannya. Dalam kondisi yang masih belum pulih seratus persen dan tubuh yang terasa berat, korban memilih untuk segera melarikan diri dari lokasi menggunakan taksi online demi menghindari kekhawatiran keluarganya.

Di dalam taksi, korban mengaku mencoba menghubungi NB melalui pesan WhatsApp. Menariknya, dalam percakapan tersebut, NB disebut-sebut memberikan informasi terkait vape yang sebelumnya dihisap oleh korban. Korban menegaskan bahwa ia masih menyimpan chat tersebut sebagai salah satu bukti, meskipun isi lengkapnya belum dipublikasikan ke publik.

Tuduhan Berat: Tindakan Seksual Tanpa Persetujuan

Poin yang paling menyita perhatian dan menjadi sorotan utama dalam utas Threads tersebut adalah adanya dugaan tindakan seksual yang dilakukan terhadap korban.

Korban dengan tegas menyatakan bahwa saat dugaan tindakan tersebut terjadi, ia berada dalam kondisi yang lumpuh dan tidak mampu mengendalikan tubuhnya. Ia menekankan bahwa tidak ada sedikitpun ruang untuk persetujuan (consent) dalam kejadian malam itu.

“Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan,” tulisnya dengan nada tegas.

Korban juga menyebutkan bahwa ia memiliki sejumlah bukti material yang mendukung pengakuannya, mulai dari rekam jejak kondisi fisiknya yang disaksikan oleh orang tuanya saat pulang, hingga dokumentasi foto kebersamaan sebelum kejadian.

Ultimatum 7 Hari: Bukan Sekadar Minta Maaf

Merasa dirugikan dan trauma, korban mengaku telah berupaya menghubungi EJR secara pribadi melalui WhatsApp. Namun, hingga unggahan tersebut dibuat, belum ada respons yang memuaskan dari pihak EJR.

Oleh karena itu, korban memberikan ultimatum waktu selama tujuh hari kepada EJR untuk memberikan tanggapan atau klarifikasi. Korban juga merinci beberapa bukti yang masih ia simpan dengan rapat, di antaranya:

  • Percakapan WhatsApp dengan NB pasca-kejadian.
  • Kesaksian dan informasi dari orang tua yang melihat kondisi fisik korban saat pulang.
  • Foto dokumentasi kebersamaan dengan EJR dan NB sebelum kejadian.
  • Riwayat komunikasi yang pernah dikirimkan kepada EJR.

Lebih dari sekadar mencari permintaan maaf, korban menuntut adanya keadilan. “Saya butuh keadilan dan pelaku mendapat balasan yang setimpal,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Menunggu Klarifikasi dan Peran Aparat

Hingga artikel ini dipublikasikan pada Jumat (21/8/2026), belum ada pernyataan resmi, bantahan, maupun klarifikasi dari pihak manajemen EJR maupun NB terkait tuduhan serius ini. Identitas lengkap dari inisial EJR dan NB juga masih menjadi tanda tanya besar di kalangan netizen.

Sesuai dengan kaidah jurnalistik dan hukum, segala tuduhan yang beredar saat ini belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum yang terbukti. Publik diimbau untuk tidak melakukan cyberbullying atau penghakiman massal (vigilante justice) sebelum ada kejelasan.

Kasus ini kini berada di tangan publik, namun penyelesaiannya mutlak memerlukan campur tangan aparat penegak hukum. Jika tuduhan ini terbukti benar, para pelaku dapat terjerat sanksi pidana berat, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Kita tunggu saja, apakah dalam waktu tujuh hari ke depan akan ada klarifikasi dari pihak terlapor, ataukah kasus ini akan bergulir ke ranah hukum yang sesungguhnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru