unique visitors counter
⌂ Beranda News Desil 10 DTSEN Tak Hanya Soal Gaji, Gus Ipul: Banyak Variabel
News

Desil 10 DTSEN Tak Hanya Soal Gaji, Gus Ipul: Banyak Variabel

Desil 10 DTSEN Tak Hanya Soal Gaji, Gus Ipul: Banyak Variabel
A A Ukuran Teks16px

Polemik mengenai warga bergaji sekitar Rp3 juta per bulan yang masuk dalam Desil 10 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tengah ramai diperbincangkan.

Banyak yang mengira angka penghasilan tertentu otomatis membuat seseorang masuk kelompok paling sejahtera.

>>> PM Jepang Takaichi Ungkap Alasan Sering Mengurung Diri di Kediaman Resmi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, penentuan desil DTSEN tidak hanya melihat penghasilan bulanan.

Ada banyak variabel sosial ekonomi yang dihitung secara bersama-sama oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia meminta masyarakat tidak melihat status desil hanya dari nominal gaji.

"Jadi kita tidak melihat penghasilan saja ya.

Itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS, karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak," kata Gus Ipul dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

BPS Gunakan Banyak Indikator untuk Menentukan Desil

Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan terbaru BPS mengenai DTSEN.

Dalam pemeringkatan kesejahteraan, desil merupakan posisi relatif sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya, bukan ukuran mutlak berdasarkan pendapatan atau kekayaan.

>>> Arti Coolmax di TikTok: Makna Slang dan Konteks Penggunaannya

BPS membagi keluarga ke dalam 10 kelompok.

Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Artinya, seseorang yang memperoleh gaji Rp3 juta tidak otomatis bisa disebut kaya hanya karena berada di Desil 10.

Begitu pula sebaliknya, seseorang dengan penghasilan tertentu tidak serta-merta masuk desil rendah.

Ada beberapa hal yang ikut diperhitungkan, antara lain kondisi tempat tinggal, termasuk kualitas rumah dan akses terhadap fasilitas dasar.

Akses air minum, sanitasi, serta energi untuk memasak juga menjadi pertimbangan.

Pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga turut dinilai.

>>> Penyebab Kualitas Udara Memburuk Saat Musim Kemarau dan Cara Mengantisipasinya

Kondisi kesehatan dan disabilitas, kepemilikan aset dan usaha, serta komposisi atau karakteristik keluarga juga diperhitungkan.

📰 Update Terbaru