unique visitors counter
⌂ Beranda News Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.500 Orang Masih Hilang, 700 di Antaranya WNA
News

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.500 Orang Masih Hilang, 700 di Antaranya WNA

Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.500 Orang Masih Hilang, 700 di Antaranya WNA
Banjir Bandang Nepal-Tibet: 1.500 Orang Masih Hilang, 700 di Antaranya WNA
A A Ukuran Teks16px

Hampir 1.500 orang, termasuk lebih dari 700 warga asing, dilaporkan hilang di Nepal dan Tibet, China, setelah banjir bandang dahsyat melanda kawasan Himalaya.

Otoritas setempat masih berupaya mencari korban yang tertimbun lumpur dan material.

>>> BCA Perkuat Kapasitas Desa Wisata dan UMKM lewat Community Forum 2026

Bencana ini dipicu oleh runtuhnya dinding es dan batu yang jatuh ke sungai, menyebabkan gelombang air dan lumpur menghantam permukiman serta jalur pendakian.

Tim penyelamat menggunakan helikopter untuk menjangkau daerah terpencil dan menjatuhkan bantuan darurat.

Korban dan Warga Asing yang Hilang

Kepolisian Nepal memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat dari 165 orang.

Juru bicara kepolisian Abi Narayan Kafle mengatakan, "Angka ini akan naik karena kami telah melanjutkan pencarian dan lebih banyak jenazah diperkirakan akan ditemukan."

Di Nepal, 826 orang dilaporkan hilang, termasuk hampir 500 warga asing.

Dari jumlah tersebut, 177 berasal dari India, 63 dari Amerika Serikat, 34 dari Australia, 33 dari Inggris, dan 25 dari Kanada.

Malaysia juga melaporkan 55 warganya tidak dapat dihubungi.

Sementara itu, di Kabupaten Gyirong, Tibet, 558 orang hilang, termasuk 260 warga asing. China melaporkan tiga orang tewas akibat bencana ini.

Upaya Penyelamatan dan Bantuan

Lebih dari 5.000 personel tentara dan polisi dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Pada Kamis, mereka berhasil mengevakuasi 125 orang, termasuk 20 warga asing.

Helikopter menjatuhkan tenda, makanan, dan perlengkapan darurat yang disediakan oleh India.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah berangkat menuju Nuwakot, salah satu daerah terparah, untuk meninjau situasi.

Sementara itu, laporan awal menyebutkan gempa bumi di kawasan itu mungkin menyebabkan bagian bawah gletser runtuh dan memicu banjir.

📰 Update Terbaru