Tim Formatur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031 resmi terbentuk. Hal ini menyusul terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam Muktamar ke-35 NU.
Dalam struktur tim tersebut, Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar, secara otomatis ditetapkan sebagai ketua tim formatur.
>>> Banjir Bandang Grand Canyon: 1 Tewas, 15 Hilang, Evakuasi Massal
Sementara itu, Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU mendapatkan posisi sebagai sekretaris.
Pembagian tersebut menempatkan dua pimpinan terpilih PBNU dalam satu tim yang akan menjalankan proses formatur.
Berdasarkan Pasal 11 Bab V tentang Formatur, tim terdiri atas enam orang yang mewakili tiga wilayah Indonesia, yakni timur, tengah, dan barat.
Pembagian berdasarkan wilayah tersebut menjadi salah satu bentuk keterwakilan dalam susunan tim formatur.
>>> Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 900 Orang, 4.700 Lebih Hilang
Selain perwakilan wilayah, proses pembentukan tim juga melibatkan unsur tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jawa Timur.
Keterwakilan tersebut membuat komposisi tim formatur tidak hanya berasal dari satu wilayah.
Tokoh-tokoh yang masuk dalam susunan tim berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Papua Pegunungan, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah hingga Sumatera.
Muktamar ke-35 NU kemudian resmi ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam sesi penutupan tersebut, terdapat momen ketika Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) NU.