Taipei menyatakan bahwa Beijing yang semakin tidak dapat diprediksi tengah memperketat kendali atas wilayah udara dan laut di sekitar Taiwan.
Hal ini diungkapkan dalam tinjauan tahunan mengenai ancaman militer China.
>>> SK Kepengurusan PPP Pandeglang Diserahkan ke KPU dan Kesbangpol
Laporan yang disusun Kementerian Pertahanan Taiwan itu menyebut situasi keamanan regional terus meningkat.
Ketidakpastian yang muncul dalam pengambilan keputusan China disebut berkaitan dengan pembersihan besar-besaran perwira militer senior yang belum pernah terjadi sebelumnya.
China menganggap Taiwan yang berpemerintahan demokratis sebagai wilayahnya sendiri dan belum pernah melepaskan opsi penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau tersebut.
Militer China hampir setiap hari mengirim pasukan ke perairan dan wilayah udara di sekitar Taiwan.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka.
Amerika Serikat memasok senjata ke Taiwan sambil mempertahankan kebijakan ambiguitas mengenai apakah akan membela Taiwan jika terjadi konflik.
Pelajaran dari Konflik Ukraina dan Perang melawan Iran
Laporan tersebut menyatakan China memasukkan pelajaran dari perang di Ukraina dan Teluk ke dalam pelatihan dan latihannya. China khususnya mempelajari efektivitas gerombolan drone murah dalam perang Rusia-Ukraina.
Laporan itu juga menyoroti masalah yang tampaknya dihadapi AS dalam perang melawan Iran dan menyatakan China sedang mempelajarinya.
>>> Polda Jabar Bekuk 8 Anggota Jaringan Predator Anak yang Manipulasi Foto Korban dengan AI
Konflik AS-Israel-Iran menyoroti masalah seperti konsumsi amunisi yang cepat, ketegangan pada sistem intersepsi pertahanan udara, mobilisasi industri, dan kerapuhan kerja sama sekutu.
Presiden AS Donald Trump melancarkan perang melawan Iran bersama Israel enam bulan lalu, awalnya menjanjikan kemenangan dalam hitungan minggu.
