unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Siapa Anak dan Istri Masinton Pasaribu? Bupati Tapanuli Tengah yang Tunda Retret Kepala Daerah Ikuti Instruksi Ketum PDIP Megawati, Bukan Orang Sembarangan?
News

Siapa Anak dan Istri Masinton Pasaribu? Bupati Tapanuli Tengah yang Tunda Retret Kepala Daerah Ikuti Instruksi Ketum PDIP Megawati, Bukan Orang Sembarangan?

Siapa Anak dan Istri Masinton Pasaribu? Bupati Tapanuli Tengah yang Tunda Retret Kepala Daerah Ikuti Instruksi Ketum PDIP Megawati, Bukan Orang Sembarangan?
Masinton • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Siapa Anak dan Istri Masinton Pasaribu? Bupati Tapanuli Tengah yang Tunda Retret Kepala Daerah Ikuti Instruksi Ketum PDIP Megawati, Bukan Orang Sembarangan? Biodata Masinton Pasaribu Lengkap Umur, Agama dan IG Bupati Tapanuli Tengah yang Tunda Retret Kepala Daerah Ikuti Instruksi Ketum PDIP Megawati. Sesuai Instruksi Megawati! Masinton Pasaribu Bupati Tapanuli Tengah Tunda Perjalanan ke Retret Kepala Daerah di Magelang, Jawa Tengah. Bupati Tapanuli Tengah Tunda Perjalanan ke Retret Kepala Daerah, Menunggu Arahan Megawati

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, memutuskan untuk menunda perjalanannya ke Magelang guna mengikuti acara retret kepala daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Keputusan ini diambil menyusul instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang meminta seluruh kader partainya yang menjabat sebagai kepala daerah untuk membatalkan atau menunda keikutsertaan mereka dalam acara tersebut.

Masinton menegaskan bahwa dirinya memilih untuk menunggu arahan lebih lanjut dari Megawati sebelum mengambil keputusan akhir terkait kehadirannya di acara retret tersebut.

"Saya sementara menunda keberangkatan ke Magelang sampai ada arahan lebih lanjut dari Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Masinton saat dihubungi pada Jumat (21/2/2025).
Instruksi Megawati Pasca Penahanan Hasto Kristiyanto

Instruksi Megawati ini muncul setelah Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah penundaan keberangkatan ini berarti batalnya keikutsertaan para kepala daerah dari PDIP dalam retret tersebut atau hanya bersifat sementara.

Megawati sendiri belum memberikan instruksi lebih lanjut terkait langkah yang harus diambil oleh kader PDIP yang menjabat sebagai kepala daerah. Hal ini membuat banyak pihak masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai keputusan akhir partai terkait retret yang dijadwalkan berlangsung di Magelang.
Sikap Rano Karno dan Keikutsertaan Pramono Anung

Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengaku tidak mengetahui apakah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan menghadiri acara retret tersebut. Ia menyarankan agar awak media langsung bertanya kepada Pramono Anung terkait keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.

"Itu [kepastian ikut retret], tanya langsung ke beliau [Pramono] ya," kata Rano saat ditemui di Kali Krukut, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/2/2025).

Rano sendiri menyatakan bahwa dirinya baru menerima undangan untuk mengikuti retret pada tanggal 27 Februari 2025. Oleh karena itu, ia belum bisa memastikan apakah akan hadir atau tidak dalam acara tersebut.

"Saya kan undangan [retret] 27 Februari," tambahnya.

Selain itu, Rano juga meminta awak media untuk mencari informasi lebih lanjut langsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Jakarta, terutama pada hari pertamanya bekerja setelah resmi menjabat.

"Tanya sama DPP. Tugas saya sekarang wakil gubernur, bekerja, ini lah tugas saya yang pertama," ujar Rano menegaskan.

Baca juga: Paramitha Widya Kusuma Anaknya Siapa? Inilah Profil Bupati Brebes dari PDIP yang Tetap Ikuti Retret di Magelang Meski Dilarang Ketum Megawati, Bukan Orang Biasa?
Menunggu Keputusan Akhir dari PDIP

Dengan adanya instruksi dari Megawati yang meminta kader PDIP menunda keikutsertaan dalam retret kepala daerah, banyak pihak kini menantikan arahan lebih lanjut dari pimpinan partai. Apakah penundaan ini akan berujung pada pembatalan penuh atau hanya bersifat sementara?

Keputusan ini juga menarik perhatian publik, mengingat acara retret kepala daerah merupakan forum penting yang melibatkan banyak pejabat daerah dalam koordinasi dan penyusunan kebijakan pemerintahan. Sikap final dari PDIP terhadap keikutsertaan para kepala daerahnya dalam acara ini kemungkinan besar akan memberikan dampak politik lebih luas dalam dinamika pemerintahan daerah di Indonesia.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru