Profil Tampang H. Rudi Ayah Koh Roni Paman DJ Panda Ternyata Pengusaha Kaya Raya Asal Kediri, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
DJ Panda Siapanya Koh Roni? Inilah Sosok Pengusaha Asal Kediri Paman Mantan Erika Carlina Datangi Gus Iqdam Viral dan Ngaku Gak Pernah Minum Alkohol
DJ Panda Viral Datangi Pengajian Gus Iqdam, Dibimbing Sang Paman Koh Roni untuk Hijrah? Pengakuan Tak Minum Alkohol Bikin Heboh!
Nama DJ Panda kembali mencuat ke permukaan jagat maya setelah muncul dalam sebuah pengajian bersama ulama kondang asal Jawa Timur, Gus Iqdam. Kehadirannya yang tak biasa di lingkungan dakwah ini langsung menjadi sorotan publik, terlebih karena latar belakangnya yang identik dengan dunia hiburan malam. Namun, di balik sensasi itu, ada kisah perubahan dan upaya hijrah yang menyentuh hati banyak netizen.
DJ Panda, atau yang dikenal dengan nama asli Giovanni Surya Saputra, dikenal luas setelah terlibat dalam konflik rumit dengan mantan kekasihnya, aktris cantik Erika Carlina. Hubungan mereka yang berakhir dengan kehamilan di luar nikah, serta dugaan ancaman yang dilayangkan DJ Panda, sempat membuat kasus ini menjadi trending di media sosial dan bahkan berujung pada proses hukum. Erika Carlina melaporkan DJ Panda ke pihak kepolisian atas dugaan kekerasan psikologis dan ancaman.
Namun, meski konflik itu sempat memanas, DJ Panda kemudian menyampaikan penyesalannya secara terbuka. Ia mengaku bersalah dan menyatakan niat untuk bertanggung jawab, termasuk ingin menemui Erika saat proses persalinan. Sayangnya, kesempatan itu tak diberikan. Erika memilih untuk menutup pintu komunikasi, baik untuk DJ Panda maupun untuk pertemuan dengan anak mereka yang baru lahir.
Beralih dari Dunia Malam ke Dunia Dakwah?
Yang mengejutkan publik adalah munculnya DJ Panda dalam pengajian Gus Iqdam di Markas Sabilu Taubah, sebuah komunitas dakwah yang kini tengah naik daun di kalangan anak muda. Melalui unggahan video di akun TikTok @st.derekgus1dm, terlihat DJ Panda duduk santai di samping sang kiai, mengenakan kaos hitam polos, dengan ekspresi tenang dan penuh perhatian.
“Us Iqdam kedatangan tamu istimewa, DJ Panda, di Markas Sabilu Taubah. Dan langsung di-roasting oleh Gus Iqdam,” tulis keterangan dalam video yang telah ditonton jutaan kali dan menjadi viral dalam hitungan jam.
Gus Iqdam, yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang santai namun sarat makna, langsung menyambut DJ Panda dengan hangat. Ia bahkan memperkenalkan DJ Panda kepada jemaah yang hadir, seolah ingin menegaskan bahwa setiap manusia punya hak untuk memperbaiki diri, tanpa terkecuali.
“Samping saya ini umurnya berapa, koh?” tanya Gus Iqdam dengan nada canda, memancing tawa jemaah.
“27 tahun, Gus,” jawab DJ Panda dengan suara pelan namun jelas.
Pengakuan Mengejutkan: DJ yang Tak Minum Alkohol
Namun, momen yang paling mencuri perhatian adalah saat Gus Iqdam membongkar fakta mengejutkan tentang DJ Panda. Meski berprofesi sebagai DJ yang identik dengan dunia club dan hiburan malam, ternyata Giovanni Surya Saputra tidak pernah menyentuh alkohol.
“Masya Allah, dengar-dengar walaupun DJ, enggak mau minum dia, minum akua. Tapi kalau cewek doyan,” kata Gus Iqdam disambut gelak tawa jemaah.
Pengakuan ini sontak membuat netizen terkejut. Banyak yang mengapresiasi sikap DJ Panda yang bisa menjaga diri dari hal-hal yang sering dianggap lumrah di lingkungannya. “Keren juga ternyata, di tengah dunia yang penuh godaan, dia bisa menahan diri,” komentar salah satu netizen.
Gus Iqdam pun menyampaikan pesan penting: bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, punya hak untuk bertobat dan memperbaiki diri. “Tidak boleh kita menghujat orang yang sedang berusaha menjadi lebih baik. Karena taubat itu hak semua manusia,” tegasnya.
Siapa Koh Roni? Ternyata Paman yang Bimbing DJ Panda Hijrah
Di tengah kehebohan tersebut, muncul sosok lain yang tak kalah menarik perhatian: Koh Roni. Dalam video, Gus Iqdam sempat menyapa pria keturunan Tionghoa ini dengan penuh keakraban. Ternyata, Koh Roni bukan sosok sembarangan.
Koh Roni adalah anak dari H. Rudi, seorang santri setia dari Mbah Kiai Zainuddin Djazuli, putra dari pendiri Pondok Pesantren Al Fatah Ploso, K.H. Djazuli. Dengan latar belakang keluarga yang sangat dekat dengan dunia pesantren dan keislaman, Koh Roni tumbuh dalam lingkungan yang kuat secara spiritual.
Yang mengejutkan, Koh Roni ternyata adalah paman dari DJ Panda. Dalam hubungan keluarga, DJ Panda memanggilnya sebagai “Pak Dhe”. Dan inilah kunci di balik kehadiran DJ Panda di pengajian Gus Iqdam — inisiatif dari sang paman untuk membimbing keponakannya keluar dari jerat masa lalu.
“Saya bawa dia ke sini karena ingin dia mendapat bimbingan. Saya yakin setiap orang punya potensi untuk berubah, apalagi kalau didukung oleh keluarga,” ujar Koh Roni dalam wawancara singkat dengan media lokal.
Dari Kontroversi ke Jalan Taubat: Apakah Ini Awal Babak Baru?
Kehadiran DJ Panda di pengajian Gus Iqdam bukan sekadar pencitraan. Banyak yang melihat ini sebagai langkah serius menuju perubahan. Dalam video, ekspresinya terlihat tenang, ia menyimak setiap nasihat dengan serius, tanpa mencoba mencari perhatian.
Netizen pun mulai berubah sikap. Dari yang sebelumnya menghujat, kini banyak yang memberi dukungan. “Semoga ini awal dari perjalanan hijrah yang tulus. Semua orang berhak dapat kesempatan kedua,” tulis seorang netizen di kolom komentar.
Beberapa pakar psikologi sosial juga memberikan tanggapan positif. “Perubahan perilaku sering dimulai dari lingkungan dan figur otoritas yang dipercaya. Dalam kasus ini, peran keluarga, khususnya Koh Roni, sangat penting. Dan Gus Iqdam menjadi simbol harapan bahwa agama bisa menjadi jembatan penyembuhan,” ujar Dr. Lina Rahmawati, dosen Psikologi UIN Jakarta.
Gus Iqdam dan Dakwah Anak Muda yang Menginspirasi
Gus Iqdam sendiri kini dikenal sebagai salah satu kiai muda yang sukses menjembatani antara agama dan generasi milenial. Dengan gaya dakwah yang santai, menggunakan bahasa sehari-hari, dan kerap menghadirkan tokoh-tokoh kontroversial, ia berhasil menarik perhatian anak muda yang mungkin merasa asing dengan suasana pengajian konvensional.
Markas Sabilu Taubah, tempat DJ Panda hadir, bukan hanya menjadi pusat dakwah, tapi juga ruang rehabilitasi sosial bagi mereka yang ingin lepas dari masa lalu kelam. “Kami tidak memandang siapa kamu dulu. Kami hanya peduli siapa kamu sekarang, dan ingin jadi apa kamu ke depan,” kata Gus Iqdam dalam salah satu ceramahnya.