unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Status Tanggap Darurat Banjir di Kendari Diperpanjang hingga 24 Mei 2026
News

Status Tanggap Darurat Banjir di Kendari Diperpanjang hingga 24 Mei 2026

Petugas BPBD membersihkan lumpur di TK Dewi Sartika Kendari
Petugas BPBD membersihkan lumpur di TK Dewi Sartika Kendari
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kota Kendari memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir hingga 24 Mei 2026. Keputusan ini diambil karena kondisi pascabanjir masih membutuhkan perhatian dan penanganan lanjutan.

Perpanjangan berlaku selama tujuh hari ke depan terhitung sejak Senin, 18 Mei 2026. Status sebelumnya akan berakhir pada tanggal tersebut.

Penanganan Pascabanjir di Beberapa Kecamatan

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari terus melakukan pembersihan di sejumlah lokasi terdampak. Salah satunya di TK Dewi Sartika, Kecamatan Wua-Wua, yang dipenuhi material lumpur.

Para guru dibantu petugas BPBD menyemprot dan membersihkan lumpur dari ruang kelas. Kegiatan ini bertujuan agar proses belajar mengajar bisa segera kembali normal.

Di kawasan Kali Wanggu, Kecamatan Baruga, warga juga bergotong royong membersihkan lumpur. Mereka menggali tumpukan lumpur yang menutupi saluran air rumah.

Banjir yang melanda Kendari beberapa waktu lalu meninggalkan endapan lumpur tebal di berbagai tempat. Saluran air dan fasilitas umum menjadi prioritas pembersihan.

Koordinasi dan Upaya Pemulihan

Pemkot Kendari terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk mempercepat pemulihan. Bantuan logistik dan peralatan kebersihan telah didistribusikan ke wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Status tanggap darurat ini memberikan kewenangan lebih bagi pemerintah untuk mengerahkan sumber daya. Penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terpadu.

Pembersihan lumpur di sekolah-sekolah menjadi prioritas agar anak-anak bisa kembali belajar. TK Dewi Sartika menjadi salah satu yang mendapat perhatian khusus.

Petugas BPBD juga membantu membersihkan rumah-rumah warga yang masih dipenuhi lumpur. Di kawasan Kali Wanggu, warga bekerja sama dengan petugas untuk membuka saluran air yang tersumbat.

Pemerintah berharap dengan perpanjangan status ini, penanganan banjir bisa tuntas. Pemulihan infrastruktur dan lingkungan menjadi fokus utama.

Banjir yang terjadi sebelumnya merendam sejumlah kecamatan di Kendari. Ribuan warga terdampak dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kini, setelah air surut, pekerjaan rumah besar masih menanti. Lumpur dan sisa-sisa banjir harus segera dibersihkan untuk mencegah timbulnya penyakit.

BPBD Kendari mengerahkan personel dan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan. Gotong royong antara petugas dan warga menjadi kunci pemulihan.

Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya rusak akibat banjir. Data kerusakan masih terus didata oleh tim di lapangan.

Perpanjangan status tanggap darurat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana. Langkah-langkah konkret terus dilakukan untuk memulihkan kondisi normal.

Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Informasi terkini mengenai perkembangan penanganan banjir dapat diperoleh dari BPBD setempat.

Dengan perpanjangan ini, diharapkan seluruh proses pemulihan dapat berjalan maksimal. Kendari kembali pulih dari dampak banjir dalam waktu dekat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru