unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Tekan Tawuran, Pramono akan Tambah Arena Ring Tinju di Kampung Melayu
News

Tekan Tawuran, Pramono akan Tambah Arena Ring Tinju di Kampung Melayu

Arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur
Arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan menambah arena ring tinju di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Langkah ini diambil untuk menekan angka tawuran di ibu kota.

Rencana tersebut muncul setelah Pramono meresmikan arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (18/5/2026).

“Karena di Kecamatan Ciracas ini sudah ada tempat ini, maka tadi secara spontan saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu, kurang lebih yang seperti ini,” kata Pramono saat dijumpai di arena ring tinju kolong flyover Pasar Rebo, Senin.

Angka Tawuran Mulai Menurun

Menurut laporan Wali Kota Jakarta Timur yang diterima Pramono, angka tawuran di wilayah tersebut mulai berkurang setelah adanya arena tinju.

Pramono berharap fasilitas serupa dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas secara positif.

“Mudah-mudahan itu memberikan manfaat bagi anak-anak muda yang ada di Jakarta Timur supaya energinya itu tersalurkan dengan tempat-tempat yang seperti ini, sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi berantem di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta,” papar Pramono.

Arena ring tinju di Pasar Rebo diresmikan pada Senin (18/5) sore. Fasilitas tersebut akan dikelola bersama oleh pemerintah dan komunitas setempat.

Pola pengelolaan bersama ini diharapkan menjaga fasilitas tetap tertib, terbuka, dan terawasi, sekaligus mencegah praktik pungutan liar.

Pramono juga menekankan pentingnya akses gratis bagi masyarakat. Namun, kesejahteraan pelatih tetap perlu diperhatikan agar pembinaan berjalan berkelanjutan dan berkualitas.

Arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo sudah mulai digunakan sejak Januari 2026.

Fasilitas ini berdiri di area seluas 247 meter persegi, dengan arena berukuran 9,5 meter × 9,5 meter.

Kegiatan latihan di sana dibina langsung oleh komunitas tinju profesional.

Tak hanya di Jakarta Timur, Pramono juga ingin fasilitas serupa dapat dibangun di berbagai wilayah ibu kota.

Pramono mengatakan fasilitas tersebut akan dikelola bersama oleh pemerintah dan komunitas setempat.

Pola pengelolaan bersama ini diharapkan dapat menjaga fasilitas tetap tertib, terbuka, dan terawasi, sekaligus mencegah praktik pungutan liar.

Pramono juga menekankan pentingnya akses gratis bagi masyarakat untuk menggunakan fasilitas olahraga tersebut. Namun, kesejahteraan pelatih tetap perlu diperhatikan agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan dan berkualitas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru