unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Erin Ogah Damai dengan Mantan ART, Tetap Tempuh Jalur Hukum
Hiburan

Erin Ogah Damai dengan Mantan ART, Tetap Tempuh Jalur Hukum

Erin Taulany
Erin Taulany
A A Ukuran Teks16px

Rien Wartia Trigina alias Erin memastikan akan melanjutkan proses hukum terhadap Hera, mantan asisten rumah tangganya (ART).

Kasus ini terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta fitnah atau pencemaran nama baik.

Penegasan itu disampaikan Erin menanggapi opsi damai yang dibuka Hera dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI.

"Iya, saya terus fight lah ya," kata Erin di Jakarta Pusat, Senin (18/5).

Erin menilai laporan Hera tentang dugaan penganiayaan sudah mengarah pada pembunuhan karakter. Ia pun meminta Hera berkata jujur tentang apa yang terjadi selama bekerja di rumahnya.

"Ya lebih baik ya bicaranya jujur, kenapa jadi kayak gini gitu kan. Harusnya kan apa yang sudah kamu lakukan yang di rumah, ya jujurlah dengan kelakuannya," lanjut Erin.

Erin tidak memberikan jawaban pasti soal kemungkinan berdamai jika Hera meminta maaf secara langsung. "Itu nanti bicaranya nanti," katanya.

Meski begitu, ia memastikan laporan hukum yang telah dibuatnya tetap berjalan. Erin juga mengaku akan lebih berhati-hati dalam memilih ART ke depannya.

Kronologi Kasus

Dalam RDPU di Komisi III DPR RI, Senin (18/5), Hera menceritakan dirinya mendapat penyiksaan fisik dan barang-barang pribadinya dituding diambil Erin.

Namun, Hera mengaku siap berdamai dengan syarat ada permintaan maaf dan pengembalian barang.

"Harapan saya mah, siap damai kalau Ibu Erin mengakui kesalahan terus mengembalikan hak-hak saya kayak barang saya, handphone, baju, saya siap berdamai," kata Hera.

Kasus ini bermula saat Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari.

Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik seperti pemukulan, mencekik, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut.

Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tidak pernah terjadi.

Erin menegaskan bahwa laporan Hera terkait dugaan penganiayaan telah merusak reputasinya. Ia meminta mantan ART-nya untuk berkata jujur mengenai perilaku selama bekerja di rumahnya.

"Harusnya kan apa yang sudah kamu lakukan yang di rumah, ya jujurlah dengan kelakuannya," ujar Erin.

Hera sebelumnya membuka peluang damai dengan syarat Erin mengakui kesalahan dan mengembalikan barang-barang pribadinya. Namun, Erin tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan proses hukum.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru