unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Trump Sebut Negosiasi Iran Berjalan Baik, Ancaman Serangan Lebih Kuat Jika Buntu
News

Trump Sebut Negosiasi Iran Berjalan Baik, Ancaman Serangan Lebih Kuat Jika Buntu

Presiden AS Donald Trump berpidato
Presiden AS Donald Trump berpidato
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi perdamaian dengan Iran berjalan dengan baik.

Ia juga memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan, serangan AS akan dilanjutkan dalam skala yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial pada Senin waktu setempat. Ia menekankan bahwa kesepakatan dengan Iran hanya akan menjadi "kesepakatan besar" atau "tidak ada kesepakatan sama sekali."

Saat ini, Amerika Serikat dan Iran sedang berupaya menandatangani kerangka kerja yang melibatkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Dalam periode itu, Selat Hormuz akan dibuka kembali dan negosiasi mengenai program nuklir Iran akan dilanjutkan.

"Negosiasi dengan Republik Islam Iran berjalan dengan baik!

Ini hanya akan menjadi Kesepakatan Besar untuk semua atau, tidak ada Kesepakatan sama sekali — Kembali ke Medan Perang dan tembak-menembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya — Dan tidak ada yang menginginkan itu!"

tulis Trump di Truth Social.

Kritik dari Dalam Negeri

Dalam unggahan terpisah, Trump mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran akan menjadi "besar dan berarti."

Ia juga menyerang Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik yang kritis terhadap potensi kerangka perdamaian dengan Iran.

Salah satu kritikus di Kongres adalah Senator Thom Tillis dari Partai Republik. Ia mengatakan kepada CNN bahwa potensi kesepakatan damai yang sedang dirundingkan "tidak masuk akal" baginya.

Tillis juga menyatakan bahwa kesepakatan apa pun dengan Iran akan "gagal" jika tidak melalui ratifikasi Kongres.

"Kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesepakatan yang besar dan berarti, atau tidak akan ada kesepakatan," kata Trump.

"Ini akan menjadi kebalikan dari bencana JCPOA yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama yang gagal, yang merupakan jalur langsung dan terbuka menuju Senjata Nuklir bagi Iran.

Tidak, saya tidak melakukan kesepakatan seperti itu!"

Trump merujuk pada Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), kesepakatan nuklir penting dengan Iran yang ditandatangani pada 2015.

AS menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018 selama masa pemerintahan Trump pertama.

Presiden kemudian mengecam mereka yang kritis terhadap potensi kesepakatan damai dengan Iran.

"Saya menertawakan semua Dumocrats, RINOS, dan Orang Bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang potensi kesepakatan yang saya buat dengan Iran, hal-hal yang bahkan belum dinegosiasikan, orang-orang lemah dan tidak efektif," katanya.

RINO adalah singkatan dari Republican in Name Only, istilah yang biasanya digunakan untuk mengkritik anggota Partai Republik yang moderat.

Trump juga menyindir para kritikus dengan menyebut mereka sebagai "Dumocrats, RINOS, dan Orang Bodoh" yang tidak memahami negosiasi yang sedang berlangsung.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan yang akan dicapai akan menjadi kebalikan dari JCPOA yang ia anggap sebagai bencana.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru