Swedia resmi mencapai status bebas rokok pada tahun 2025. Laporan terbaru menunjukkan jumlah perokok harian di negara itu kini di bawah lima persen.
Berdasarkan laporan dari Swedish Council for Information on Alcohol and Other Drugs (CAN), persentase perokok harian turun dari 16 persen pada 2003 menjadi 4,8 persen pada 2025.
>>> Delivery Hero Konfirmasi Tawaran Akuisisi dari Uber
Suatu negara dianggap bebas rokok jika kurang dari lima persen penduduknya merokok setiap hari.
Sebelumnya, laporan Badan Kesehatan Masyarakat Swedia pada 2024 mencatat angka 5,4 persen. Survei berikutnya dijadwalkan pada 2026.
Perempuan Usia 50-84 Jadi Kelompok Perokok Terbesar
Menurut laporan CAN, kelompok perokok harian terbesar adalah perempuan berusia 50 hingga 84 tahun, dengan angka enam persen.
Meski demikian, secara keseluruhan tren merokok terus menurun.
Keberhasilan Swedia menekan kebiasaan merokok sebagian besar dikaitkan dengan penggunaan snus secara luas. Snus adalah tembakau basah yang diletakkan di bawah bibir, tersedia dalam bentuk kantong atau longgar.
Snus bisa mengandung tembakau atau tanpa tembakau, yang dikenal sebagai snus putih. Snus putih sering diberi rasa manis yang menarik konsumen muda.
Sejak 1992, snus tembakau dilarang di Uni Eropa. Namun, Swedia mendapat pengecualian saat bergabung dengan blok tersebut pada 1995.
Pada 2025, 24 persen penduduk Swedia menggunakan nikotin setiap hari, baik melalui rokok, snus, atau vape.
Sekitar 19 persen menggunakan snus setiap hari, naik dari 12 persen pada 2007.
Peningkatan penggunaan snus terbesar terjadi pada perempuan, dari empat persen pada 2007 menjadi 14 persen pada 2025.
>>> Sekitar 20 Orang Terluka Akibat Semprotan di Mal Tokyo
Laporan CAN menyatakan bahwa efek kesehatan dari merokok sudah diketahui, tetapi masih sedikit yang diketahui tentang snus dan produk nikotin baru.
