unique visitors counter
⌂ Beranda News Sekitar 20 Orang Terluka Akibat Semprotan di Mal Tokyo

Sekitar 20 Orang Terluka Akibat Semprotan di Mal Tokyo

Sekitar 20 Orang Terluka Akibat Semprotan di Mal Tokyo
Petugas berseragam hazmat di depan mal Ginza Tokyo
A A Ukuran Teks16px

Sekitar 20 orang mengalami luka-luka di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Tokyo pada Senin, setelah seorang pria menyemprotkan zat di dalam gedung.

Insiden itu terjadi di kawasan Ginza yang ramai wisatawan.

>>> Paus Leo Serukan Perlambatan dan Regulasi Ketat AI dalam Ensiklik Pertama

IN2

Juru bicara polisi Tokyo, Yusuke Koide, mengatakan bahwa seorang pria menyemprotkan zat di ATM di lantai dasar gedung.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran setempat melaporkan adanya keluhan bau menyengat.

Jalan di depan mal sempat ditutup setelah kejadian. Petugas pemadam kebakaran berjajar di sepanjang jalan, namun pengunjung masih bisa keluar masuk melalui pintu samping.

in2

Seorang reporter AFP di lokasi melihat dua orang di atas tandu dimasukkan ke ambulans. Petugas dengan pakaian hazmat membawa orang-orang dari mal ke truk khusus untuk diperiksa.

Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit

Petugas pemadam kebakaran Ryosuke Kobayashi mengatakan, hingga saat ini 19 orang telah dilarikan ke rumah sakit. Stasiun televisi NHK melaporkan bahwa luka-luka yang dialami tergolong ringan.

NHK juga menyebutkan bahwa semprotan tersebut diduga mengandung capsaicin, zat aktif dalam cabai yang menyebabkan iritasi. Hal itu berdasarkan sumber investigasi yang tidak disebutkan namanya.

Seorang wanita berusia 70 tahun yang berada di mal mengatakan kepada NHK bahwa tenggorokannya mulai perih saat mendekati ATM.

>>> Pemkab Brebes Salurkan 4.116 Paket Bansos Sembako Wardoyo

"Saat saya tiba, keributan sudah mulai terjadi, dan saya pikir mungkin ada kebakaran kecil," ujarnya.

"Begitu saya masuk ke sudut ATM, tenggorokan saya terasa gatal, hampir mati rasa," tambahnya. Polisi masih menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Kejahatan dengan kekerasan relatif jarang terjadi di Jepang, yang memiliki tingkat pembunuhan rendah dan undang-undang senjata paling ketat di dunia.

Namun, serangan penusukan dan bahkan penembakan sesekali terjadi, termasuk pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada 2022.

Empat belas orang terluka dalam serangan penusukan di sebuah pabrik di Jepang tengah pada Desember tahun lalu, di mana cairan yang tidak disebutkan juga disemprotkan.

Jepang juga masih terguncang oleh ingatan serangan subway besar pada 1995, ketika anggota kultus Aum Shinrikyo melepaskan gas sarin di kereta, menewaskan 14 orang dan membuat lebih dari 5.800 orang sakit.

>>> Pemkab Brebes Salurkan Ribuan Paket Bansos Wardoyo Tahap I

Lima anggota kultus Aum menjatuhkan kantong berisi gas sarin buatan Nazi di dalam kereta komuter pagi hari pada 20 Maret 1995, menusuk kantong tersebut dengan ujung payung yang runcing sebelum melarikan diri.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru