Sementara kecerdasan buatan dan otomatisasi digital mendominasi berita teknologi global, pejabat Korea percaya ada tren kontra yang berkembang dan menguntungkan dari konsumen global yang mencari keaslian kerajinan tangan manusia.
"Minat global terhadap K-culture secara alami meluas menuju kepekaan estetika unik yang ditemukan dalam kerajinan tradisional kita," kata Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young.
Untuk memastikan produk artisanal ini mencapai pasar global, pemerintah mengatakan akan meluncurkan kampanye pemasaran agresif bekerja sama dengan hotel mewah, pusat budaya Korea di luar negeri, dan pameran dagang internasional.
>>> Seoul Gelar Try Everything 2026, Pamerkan Ekosistem Startup Bernilai Rp1.500 Triliun
Pemerintah juga akan mengejar perombakan regulasi, termasuk insentif pajak dan penyesuaian hukum, untuk mengklasifikasikan lanskap kerajinan yang terfragmentasi sebagai industri formal yang independen.