Dana Moneter Internasional (IMF) telah mencapai kesepakatan tingkat staf dengan pemerintah Mesir terkait peninjauan program pinjaman negara tersebut.
Kesepakatan ini membuka jalan bagi pencairan dana sebesar $1,6 miliar.
>>> Suzuki Borong Tiga Penghargaan Otomotif Award 2026, New Carry hingga V-Strom 250SX Jadi yang Terbaik
Mesir memiliki beberapa program dengan IMF, termasuk Extended Fund Facility senilai $8,5 miliar yang dimulai pada 2022 dan Resilience and Sustainability Facility senilai $1,3 miliar yang ditandatangani tahun lalu.
Negara yang memiliki utang besar ini masih bergulat dengan inflasi dua digit. Dampak perang AS-Israel melawan Iran mempengaruhi sektor energi dan lainnya, sehingga mata uang Mesir terdepresiasi.
"Dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi Mesir masih relatif terkendali, didukung oleh kebijakan otoritas yang tepat waktu dan tegas," kata Amine Mati, kepala misi IMF untuk Mesir, dalam pernyataan Senin.
Meski demikian, IMF memperingatkan bahwa risiko penurunan masih signifikan, termasuk tekanan inflasi global baru dan pengetatan kondisi keuangan.
>>> Yadea Tebar Promo Kendaraan Listrik di PRJ 2026, Diskon dan Benefit Capai Rp10 Juta
Pada April lalu, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi 1,1 persen akibat efek perang melawan Iran.
IMF dijadwalkan merilis pembaruan World Economic Outlook pekan depan.
Mati menyoroti upaya Mesir meningkatkan pendapatan domestik dan memperkuat manajemen utang publik. Namun ia memperingatkan bahwa masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk menempatkan ekonomi Mesir pada jalur berkelanjutan.
>>> Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu di Pondok Indah, Kaca Pecah
Kesepakatan ini selanjutnya akan dipertimbangkan oleh dewan eksekutif IMF sebelum pencairan dana dapat dilakukan.
