SINTA Kemdikbud 2026 masih menjadi istilah yang sering digunakan dosen dan mahasiswa saat mencari jurnal terakreditasi.
Namun, banyak yang belum menyadari bahwa portal ini telah berpindah pengelolaan dan tampilannya berubah.
Kebingungan sering muncul karena link lama tidak terbuka, padahal masalahnya hanya soal domain baru. Informasi yang beredar di internet banyak yang sudah kadaluarsa.
Setelah memahami perubahan ini, proses cek jurnal, cek skor, dan urus kenaikan jabatan jadi lebih cepat. Anda juga bisa menghindari kesalahan seperti submit ke jurnal yang sudah discontinued.
Apa Itu SINTA Kemdikbud?
SINTA atau Science and Technology Index adalah sistem informasi berbasis web yang mengukur kinerja publikasi ilmiah dosen, peneliti, jurnal, dan institusi di Indonesia.
Sebutan "kemdikbud" masih melekat karena platform ini lahir di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Secara administratif, istilah ini sudah agak usang.
Sejak reorganisasi kementerian, pengelolaan riset dan pendidikan tinggi kini berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Perbedaan SINTA Kemdikbud dan SINTA Kemdiktisaintek
Fungsi utama SINTA tidak berubah meski nama pengelolanya bergeser.
Perubahan hanya pada domain akses resmi, tampilan portal, dan lembaga penanggung jawab, sementara data jurnal, penulis, dan sitasi tetap terjaga.
Beberapa dosen sempat khawatir data lama mereka hilang saat migrasi. Faktanya, riwayat publikasi dan skor tetap tersimpan karena sistem hanya berpindah domain, bukan database.
Anda yang masih bookmark link lama sebaiknya segera memperbarui tautan tersebut. Domain lama masih bisa mengarahkan ke sistem baru, tapi lebih aman langsung memakai alamat resmi terkini.
Tingkatan Jurnal SINTA dari S1 sampai S6
Tingkatan SINTA menunjukkan level kualitas jurnal ilmiah nasional berdasarkan nilai akreditasi. Semakin tinggi tingkatannya, semakin besar bobot nilai untuk kenaikan jabatan fungsional dosen dan syarat kelulusan mahasiswa.
SINTA 1 (S1) memiliki rentang nilai 85–100 dengan bobot tertinggi, sedangkan SINTA 6 (S6) berada di rentang 30–40 dengan bobot dasar.
Data ini mengacu pada Permenristek No. 9 Tahun 2018.
Cara Cek Jurnal Terakreditasi di SINTA
Mengecek status akreditasi jurnal di SINTA bisa dilakukan lewat menu pencarian resmi tanpa perlu login.
Prosesnya hanya butuh beberapa klik untuk melihat ISSN, penerbit, riwayat akreditasi, dan level jurnal.
Berikut langkah-langkahnya: Buka portal resmi SINTA di sinta. kemdiktisaintek.
go.
id, klik menu "Sources" atau "Journals", ketik nama jurnal atau ISSN, pilih level SINTA, dan klik nama jurnal untuk detail lengkap.
Langkah ini penting agar tulisan Anda tidak salah kirim ke jurnal predator atau jurnal yang statusnya sudah discontinued.
Cara Cek Skor SINTA Dosen dan Peneliti
Skor SINTA personal mencerminkan produktivitas publikasi seorang dosen berdasarkan jumlah artikel, level jurnal, dan jumlah sitasi Google Scholar.
Skor ini terbuka untuk publik dan bisa dicek lewat menu Author.
Caranya: Kunjungi portal SINTA, pilih menu "Authors", masukkan nama dosen, pilih nama yang sesuai, dan lihat kolom "SINTA Score Overall".
Contoh: dosen dengan satu artikel SINTA 3, satu artikel SINTA 4, dan enam sitasi akan memperoleh skor 43 poin.
Cara Mendaftar Akun SINTA untuk Dosen Baru
Pendaftaran akun SINTA terbuka bagi dosen ber-NIDN maupun peneliti dari lembaga riset resmi. Proses ini melewati tiga tahap wajib sebelum akun aktif.
Tahapannya: Siapkan NIDN, nama lengkap, afiliasi kampus, dan ID Google Scholar.
Buka menu registrasi di portal SINTA, isi data, verifikasi email, tunggu verifikasi manual tim SINTA, dan sinkronisasi otomatis dari Google Scholar.
Proses verifikasi memang butuh kesabaran karena antrean pendaftar cukup panjang setiap harinya.
Manfaat SINTA bagi Karier Akademik Dosen
SINTA bukan sekadar direktori jurnal, tetapi juga alat ukur resmi untuk kenaikan jabatan fungsional dosen. Skor dan level jurnal yang tercatat di sini langsung digunakan sebagai acuan.
