Perundingan tidak langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran telah dimulai di Doha, Qatar, pada Rabu (1/7/2026).
Seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengonfirmasi hal tersebut kepada AFP dengan syarat anonim.
>>> Tradisionalis Katolik Langgar Peringatan Paus, Tahbiskan Empat Uskup Baru
Pembicaraan teknis ini bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Menurut diplomat tersebut, perundingan di Doha didasarkan pada nota kesepahaman yang telah disepakati kedua belah pihak pada KTT Lake Lucerne di Swiss, Juni lalu.
Nota kesepahaman yang dimediasi Qatar dan Pakistan itu mencakup gencatan senjata 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz yang diblokade, serta kerangka waktu untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran.
Utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff tidak ikut serta dalam perundingan teknis kali ini.
>>> Balita Tewas di Lubang Proyek Manggarai, DPRD Jakarta Minta Pemprov Evaluasi Keamanan
Keduanya telah bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Selasa (30/6) untuk membahas perkembangan perundingan dan situasi di Lebanon.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membenarkan bahwa delegasi Iran dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi.
Namun, Baqaei menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukan negosiasi langsung dengan AS dalam waktu dekat.
>>> Rusia Setujui Pelatihan Militer Rahasia China di Level Tertinggi
Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump sebelumnya yang menyebut akan ada perundingan langsung antara kedua negara.