Sekitar 5.000 orang telah dievakuasi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan timur Indonesia, menewaskan sedikitnya 51 orang dan memutus akses jalan, kata otoritas setempat, Minggu.
Gempa yang terjadi Sabtu pagi di Provinsi Nusa Tenggara Timur itu juga melukai 36 orang dengan luka serius dan 77 orang dengan luka ringan, menurut Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam rapat yang disiarkan televisi.
>>> Perpanjang SIM di Jakarta 16 Agustus 2026? Ini Lokasi dan Biayanya
Gempa ini merupakan yang paling mematikan di Indonesia sejak gempa 2022 yang menewaskan ratusan orang di Jawa Barat.
Warga Mengungsi dan Bertahan di Luar Rumah
Lebih dari 3.300 orang di wilayah Sikka mengungsi mandiri atau berada di arena olahraga, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sebagian warga Sikka terjebak di luar rumah yang roboh di bawah tenda darurat dari terpal, sementara yang lain dirawat di tenda di luar rumah sakit di kota pelabuhan Maumere.
Abdul Mutas (63) mengaku hanya membawa dirinya sendiri setelah ia dan keluarganya tidur di atas terpal di tengah pepohonan di kota Sikka.
"Air pasang naik, jadi kami lari," katanya menggambarkan reaksi mereka saat gempa.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi mengatakan hampir semua warga Sikka tidak berani tinggal di dalam rumah, sehingga mereka tidur di teras atau tenda di luar.
>>> Komunitas Punk Tangsel Dilatih Jadi Influencer Lingkungan
Lebih dari 3.500 personel militer dan polisi telah dikerahkan ke wilayah tersebut, kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Tim penyelamat mencapai bagian Maumere yang sebelumnya terhalang tanah longsor, kata badan pencarian dan pertolongan Indonesia.

