Anak punk dan komunitas jalanan kerap mendapat stigma negatif. Namun, di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (15/8/2026), suasana berbeda terlihat.
Sejumlah anggota komunitas punk dan jalanan dipersiapkan menjadi 'School of Waste Influencers'. Program ini bertujuan mengubah stigma menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan sosial.
>>> Harga Emas Antam 16 Agustus 2026 Stagnan, Buyback di Rp2,525 Juta
Mereka mengikuti pelatihan public speaking, belajar tentang lingkungan, dan memahami cara membuat konten untuk mengampanyekan kepedulian terhadap sampah.
Memanfaatkan Identitas Komunitas
Ketua Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Ade Irfan Abdurahman, mengatakan pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan berbicara di depan umum.
Peserta diajak melihat bahwa identitas komunitas yang sering dianggap masalah justru dapat digunakan untuk menyampaikan kritik dan pesan sosial.
“Melalui program ini, kami membekali rekan-rekan Punk dan Jalanan anggota Komunitas Tasawuf Underground agar memiliki kepercayaan diri saat orasi di ruang publik atau membuat konten kreatif di media sosial melalui aplikasi Punk-Paign yang akan kami kembangkan,” kata Ade.
Menurut Ade, para anggota tidak hanya diajarkan menyampaikan pesan lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi pembuat konten yang mampu membawa kampanye ke ruang digital.
>>> Lesunya Penjualan Bendera Jelang HUT ke-81 RI, Pengamat: Daya Beli Masyarakat Menurun
Langkah ini relevan karena persoalan sampah masih menjadi tantangan. Ade berharap pesan tentang sampah tidak lagi disampaikan dengan imbauan kaku.
Kritik sosial, kreativitas, dan gaya komunikasi khas punk dapat menjadi modal untuk mendekatkan isu lingkungan ke masyarakat, terutama generasi muda.
“Melalui kreativitas dan karakter khas komunitas punk, isu sampah dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, berani, dan mudah diterima generasi muda,” ujar dosen Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) tersebut.
Workshop ini diharapkan menggeser cara pandang terhadap komunitas punk, dari sekadar objek pembinaan menjadi kelompok yang memiliki kemampuan, kreativitas, dan suara untuk menyelesaikan persoalan sosial.
Dari jalanan, mereka kini diarahkan menuju ruang digital dengan memanfaatkan mikrofon, kamera ponsel, dan karya kreatif.
>>> Penjualan Anjlok 60 Persen, Pedagang Bendera Musiman di Bogor Resah Jelang HUT ke-81 RI
Perubahan ini membuka kesempatan bagi komunitas punk untuk menjadi subjek yang berbicara dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan.
