Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Kamis dini hari, menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai puluhan lainnya.
Ledakan keras mengguncang Kyiv selama berjam-jam.
>>> Osmar Loss: Profil dan Rekam Jejak Pelatih Brasil yang Dirumorkan ke Persib
Serangan yang menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone itu merusak bangunan serta infrastruktur sipil di seluruh kota.
Banyak warga berlindung di stasiun metro setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy dan otoritas lainnya mengeluarkan peringatan pertama.
Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko melaporkan 11 orang tewas di Kyiv dan 20 bangunan tempat tinggal rusak.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan 54 orang terluka, termasuk dua anak-anak. Kerusakan tercatat di 30 lokasi, terutama bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil.
Kerusakan di Berbagai Distrik
Di Distrik Desnianskyi, orang-orang terjebak di dalam gedung sembilan lantai yang rusak dan tim penyelamat menuju lokasi. Di Distrik Holosiivskyi, kebakaran terjadi di atap gedung 16 lantai.
Di Distrik Sviatoshynskyi, kebakaran melanda dua rumah pribadi, dan puing-puing menjebak orang di salah satunya.
Di Distrik Darnytskyi, enam lantai dari gedung sembilan lantai runtuh setelah serangan Rusia, dan gedung lima lantai lainnya rusak.
Tkachenko menambahkan bahwa serangan itu menghancurkan sebagian gedung tempat tinggal di Distrik Desnianskyi, memicu kebakaran di dekat bangunan tempat tinggal di dua lokasi di Distrik Pecherskyi, dan menyebabkan kebakaran di dekat gedung administrasi di Distrik Solomianskyi.
Otoritas juga mencatat kerusakan di Distrik Obolonskyi dan Podilskyi.
>>> Industri Desak Harga LNG US$13 Berlaku untuk Sektor HGBT dan Non-HGBT
Kepala Administrasi Regional Kyiv, Mykola Kalashnyk, mengatakan kerusakan terjadi di lima distrik regional. Tiga orang terluka di Distrik Bucha.