PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, meresmikan Laboratorium Fiber Optik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Peresmian dilakukan secara hybrid pada Jumat, 26 Juni, dengan pusat kegiatan di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
>>> Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung Bo Jadi Sasaran Boikot hingga Ancaman Pembunuhan
Acara tersebut juga terhubung secara daring dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur dan SMKN 1 Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya.
Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fokus pada Peningkatan Kompetensi
Direktur Human Capital and Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi.
"Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar," ujarnya.
Program bantuan pendidikan ini memiliki nilai lebih dari Rp100 juta dan berlangsung selama enam bulan.
Ketiga sekolah yang menjadi sasaran adalah SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan intensif selama lima hari.
Materi mencakup konsep dasar teknologi fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, teknik penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan fiber optik.
>>> Pengamat: Flyover Latumenten Belum Tentu Selesaikan Kemacetan Grogol
Setelah pelatihan, seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3. Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal bagi para guru untuk mentransfer ilmu kepada siswa.