Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, AKBP Agus Widodo, terus mendorong inovasi dalam memerangi narkotika.
Salah satu langkahnya adalah melibatkan generasi muda melalui pembentukan Saka Anti-Narkoba di lingkungan Gerakan Pramuka.
>>> KemenPPPA: Belum Ada Kabupaten Layak Anak karena Masalah Rokok
Program ini digagas bersama Kwartir Nasional Pramuka pada 25 Juni 2026. Agus menilai Pramuka memiliki potensi besar sebagai mitra strategis BNN dalam menyebarkan pesan bahaya narkoba.
Menurut Agus, jumlah anggota Pramuka yang luas dan nilai pendidikan karakter yang kuat membuat organisasi ini mampu menjadi penggerak edukasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika).
Pembekalan Tiga Krida
Pembentukan Saka Anti-Narkoba bukan sekadar sosialisasi biasa.
>>> Kemenhub Ajukan Tambahan Belanja Pegawai Rp2 Triliun untuk 2027
BNN KBB menyiapkan sistem pembelajaran khusus yang membekali anggota Pramuka dengan tiga bidang utama, yaitu Krida Pencegahan, Krida Hukum, dan Krida Rehabilitasi.
Melalui Krida Pencegahan, anggota Pramuka akan memahami jenis-jenis narkotika, pola peredaran, hingga modus baru di era digital. Agus mengungkapkan bahwa peredaran narkoba kini memanfaatkan teknologi informasi.
>>> Telan Anggaran Rp259 Miliar, Pramono Targetkan Flyover Latumenten Selesai Desember 2026
Para pelaku menggunakan layanan seperti COD, pengiriman paket, dan delivery online dengan sistem tempel di titik tertentu. "Generasi muda harus memiliki kewaspadaan terhadap modus seperti ini," jelas Agus.