unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Kepala KHS: Kolaborasi Internasional Kunci Pelestarian Warisan Budaya

Kepala KHS: Kolaborasi Internasional Kunci Pelestarian Warisan Budaya

Kepala KHS: Kolaborasi Internasional Kunci Pelestarian Warisan Budaya
Ilustrasi: Kepala KHS: Kolaborasi Internasional Kunci Pelestarian Warisan Budaya
A A Ukuran Teks16px

Korea juga diminta membantu penyelamatan kapal karam kuno di lepas pantai Vietnam.

"Inisiatif ini akan menggunakan teknik konservasi terdepan Korea dan pengetahuan pengarsipan digital. Ilmu restorasi kami benar-benar tak tertandingi," kata Huh.

Ia menyebut lembaga Amerika seperti Smithsonian dan Metropolitan Museum of Art sangat menghargai ilmu konservasi Korea.

Menyeimbangkan Pembangunan dan Pelestarian

Huh menanggapi isu pembangunan gedung tinggi di dekat Kuil Jongmyo di Seoul. Menurutnya, penerapan Heritage Impact Assessment (HIA) dapat menjadi alat penting untuk menemukan keseimbangan.

Korea telah mengambil langkah proaktif dengan mewajibkan HIA secara hukum melalui Undang-Undang Khusus tentang Pelestarian, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Warisan Dunia.

"Ini memungkinkan pemerintah melestarikan nilai sejarah warisan dunia sambil memanfaatkan pembangunan untuk merevitalisasi daerah sekitarnya," jelas Huh.

in2

Contohnya adalah proyek pengembangan perumahan umum Taereung di Seoul yang berdekatan dengan makam kerajaan yang masuk daftar UNESCO.

Dengan bekerja sama dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi serta menggunakan HIA, proyek ini dijadikan model keberhasilan koeksistensi warisan dunia dan pembangunan perkotaan.

Petroglif di sepanjang Sungai Bangucheon di Ulsan menjadi contoh lain perdebatan pelestarian. Petroglif yang baru masuk daftar UNESCO tahun lalu itu terendam saat hujan deras akibat luapan bendungan.

KHS berencana mengundang pakar dan tamu ke lokasi untuk diskusi terbuka.

>>> Korea Berduka: Pengisi Suara Ibu Shin-chan dan Aktris Hollywood Meninggal

"Orang khawatir petroglif akan terendam saat pertemuan Juli, tetapi pendekatan saya adalah mengumpulkan semua orang untuk mendiskusikannya secara terbuka.

Negara kami telah menghabiskan lebih dari 25 tahun mencoba berbagai metode. Kini saatnya membeberkan semuanya," ujar Huh, yang juga ahli paleontologi dan geologi.

Ia mengaitkan masalah ini dengan lahirnya Konvensi Warisan Dunia UNESCO yang dipicu oleh proyek Bendungan Aswan di Mesir, di mana Kuil Abu Simbel terancam tenggelam dan berhasil dipindahkan berkat kerja sama global.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot