Selain itu, tur akan mengunjungi situs dalam Daftar Tentatif Warisan Dunia UNESCO, termasuk lokasi ibu kota masa perang di Busan dan situs Kuil Hoeam di Yangju.
Menjelang satu tahun masa jabatannya, Huh menekankan perlunya mengubah perspektif: "Kita perlu memandang warisan nasional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sebagai aset budaya, ekonomi, dan pariwisata yang akan diwariskan ke generasi mendatang."
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan Huh adalah revitalisasi rumah tradisional berusia berabad-abad di pedesaan.
Dana pemerintah digunakan untuk memasang ekstensi modern seperti kamar mandi baru sambil mempertahankan eksterior tradisional. Tujuannya menarik orang kembali ke rumah-rumah tersebut, mengubahnya menjadi ruang hidup.
"Nilai warisan kita tidak hanya terletak pada pelestarian, tetapi juga potensinya untuk menghasilkan nilai tambah baru melalui konten digital, pariwisata regional, dan industri budaya.
>>> Gunung Gundul di Korea Selatan Viral, Daya Tarik Baru Wisatawan Muda dan Asing
Kita harus mendekatinya sebagai aset vital untuk pertumbuhan masa depan," tegasnya.
