Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan bahwa kebijakan tarif yang diterapkannya telah mendorong perusahaan otomotif asing, termasuk dari Korea Selatan, Jepang, dan Jerman, untuk membangun pabrik di Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam acara peluncuran "Trump Accounts" di Gedung Putih, Senin (6/7). Trump mengatakan, saat ini pembangunan pabrik mobil di AS belum pernah sebanyak sebelumnya.
>>> Pelayat Iran Serukan Balas Dendam ke Trump dalam Prosesi Pemakaman Khamenei
"Kami belum pernah membangun pabrik mobil sebanyak ini. Mereka datang dari seluruh dunia.
Anda tahu kenapa? Karena mereka tidak mau membayar tarif.
Jika mereka membangun mobil di sini, mereka tidak perlu membayar tarif," ujar Trump.
Ia mencontohkan Jepang, Korea, dan Jerman yang kini memilih membangun pabrik di AS daripada di negara asal mereka.
Sejak kembali menjabat tahun lalu, Trump memang menjadikan tarif sebagai alat kebijakan utama untuk menghidupkan kembali manufaktur AS, meningkatkan investasi asing, dan mengurangi defisit perdagangan.
Di bawah tekanan tarif Trump, Hyundai Motor Group dari Korea Selatan tahun lalu mengumumkan investasi sebesar 26 miliar dolar AS di AS hingga 2028.
>>> Laju Industri Data Center RI Lampaui Rata-rata Global
Trump soal Iran dan Ukraina
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga berbicara mengenai Iran. Ia mengatakan AS akan membuat kesepakatan dengan Republik Islam Iran atau "menyelesaikan pekerjaan" dengan cara lain.
"Tidak akan sulit untuk menyelesaikan pekerjaan. Saya lebih suka membuat kesepakatan karena saya tidak ingin mempengaruhi 91 juta orang," kata Trump.
Ia menambahkan, "Kami bisa merobohkan jembatan mereka dalam satu jam. Kami bisa mematikan pasokan energi mereka."
Mengenai perang Rusia-Ukraina, Trump menyatakan bahwa Moskow dan Kyiv sama-sama ingin mengakhiri perang. Ia optimistis bahwa proses perdamaian semakin dekat dari yang dibayangkan banyak orang.
"Saya pikir (Putin) merasa tertekan. Dia ingin mengakhirinya dan Ukraina juga ingin mengakhirinya.
Kami sedang dalam pembicaraan dan akan lihat apakah bisa diakhiri," ujar Trump.
>>> Arab Saudi Pangkas Harga, Minyak di Pasar Tetap Alami Pelemahan
Trump berencana mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela-sela KTT NATO yang akan berlangsung di Ankara, Turki, pada Selasa dan Rabu pekan ini.
