Kuba mulai memulihkan pasokan listrik secara perlahan pada Senin setelah jaringan listrik nasional ambruk lebih awal pada hari yang sama.
Ini menjadi pukulan terbaru bagi pulau yang sudah dilanda krisis energi, bahan bakar, dan obat-obatan.
>>> Pasar Bullish Didorong Kenaikan Raksasa Teknologi Saat Tren AI
Operator jaringan UNE menyatakan pihaknya menyediakan listrik untuk beberapa layanan vital, termasuk rumah sakit dan pusat produksi makanan.
Namun, hingga sore hari, hanya 1 persen kebutuhan listrik ibu kota Havana yang terpenuhi.
Pejabat belum mengungkapkan penyebab ambruknya jaringan listrik.
Kuba telah berbulan-bulan mengalami pemadaman listrik bergilir yang berlangsung berjam-jam, bahkan berhari-hari, akibat infrastruktur yang usang dan blokade minyak dari AS yang memutus pasokan bahan bakar.
Pemadaman nasional dan pemulihan yang lambat menjadi kabar buruk bagi warga Kuba yang sudah kelelahan akibat pemadaman bergilir.
Banyak yang tidak bisa bekerja atau tidur di musim panas Karibia.
"Lihat wajah saya, semuanya sudah jelas," kata Ariel Sotelo, warga Havana berusia 57 tahun yang matanya sayu karena sudah tidak ada listrik sejak sehari sebelumnya.
"Kami hanya bisa pasrah, tapi ini tidak mudah."
Hampir dua pertiga wilayah Kuba sudah tanpa listrik ketika jaringan ambruk pada Senin. Banyak penduduk yang sudah terbiasa tanpa listrik dan komunikasi hampir tidak merasakan perbedaan.
>>> Ekspansi Sektor Jasa AS Berlanjut, Perekrutan Karyawan Naik
Sebuah siaran berita televisi mendorong segelintir warga yang masih memiliki akses listrik untuk menyebarkan informasi tentang ambruknya jaringan kepada tetangga yang tidak punya listrik.
Pemadaman nasional Senin ini merupakan yang kedelapan sejak Oktober 2025, dan yang ketiga tahun ini.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menghentikan pengiriman bahan bakar dari Venezuela ke Kuba awal tahun ini dan juga menekan Meksiko untuk menghentikan pengiriman.
AS juga mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang mengirimkan minyak ke Kuba.
AS menyebut pemerintah Kuba sebagai ancaman keamanan nasional dan mengatakan sanksi diperlukan untuk memaksa perubahan di pulau tersebut.
Kuba, yang berjarak 90 mil (145 km) dari lepas pantai Florida Keys, telah lama menyatakan bukan ancaman bagi AS.
Namun bagi sebagian besar warga Kuba, masalahnya lebih praktis daripada politis.
"Panas, nyamuk, sungguh tak tertahankan," kata Omar Ortega, 60 tahun, dari Havana. "Berapa lama lagi ini akan berlangsung?
>>> Cara Daftar Subsidi Tepat LPG 3 Kg 2026, Panduan Lengkap Biar Nggak Ditolak Pangkalan
Jujur, kami sudah tidak tahan lagi."
