Pangeran Harry dinyatakan kalah dalam gugatannya terhadap Daily Mail yang sudah berlangsung sejak 2022. Gugatan itu diajukan atas tuduhan pengumpulan informasi yang melanggar hukum.
Harry menjadi salah satu dari sekelompok orang yang mengajukan gugatan serupa.
>>> Casio A130WE Resmi Hadir, Jam Tangan Retro Futuristik yang Bikin Nostalgia
Mereka termasuk Elton John, David Furnish, aktor Elizabeth Hurley dan Sadie Frost, aktivis Doreen Lawrence, dan mantan politisi Sir Simon Hughes.
Pengadilan mengatakan semua penggugat gagal membuktikan klaim mereka. Sidang untuk menentukan biaya akan diadakan di kemudian hari.
Para penggugat menuding jurnalis Daily Mail dan Mail on Sunday di Inggris meretas telepon, menyadap telepon rumah, dan memasang alat penyadap di rumah dan mobil.
Penerbit Associated Newspapers dengan tegas membantah klaim tersebut.
>>> 3 Cara Membuat Motor BLDC Tidak Cepat Panas, Performa Tetap Optimal
Putusan Hakim
Hakim Nicklin mencatat bahwa para penggugat 'terbuka untuk kritik' atas cara beberapa bagian kasus mereka diajukan.
Ia menekankan bahwa tuduhan berbohong selama Penyelidikan Leveson tidak didasarkan pada bukti yang konsisten.
Hakim juga menyatakan bahwa kasus ini bergeser dari tuduhan kebohongan ke kritik yang lebih luas terhadap penyelidikan. Ia menilai bukti Pangeran Harry terbatas namun tetap menerimanya.
Persidangan berlangsung selama 11 minggu sejak awal 2026 dengan biaya diperkirakan mencapai US$40 juta. Juru bicara Associated Newspapers menyebut putusan ini sebagai pembelaan atas jurnalisme Daily Mail.
>>> Bumbum Keluar dari Sukses Lancar Rejeki, Fokus Pendidikan
Kasus ini adalah yang terbaru dalam perjuangan panjang Pangeran Harry melawan pers. Sebelumnya, ia menggugat Mirror Group Newspapers dan News Group Newspapers atas masalah serupa.

