Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menyiapkan sarana pemadaman dan posko siaga 24 jam di TPST Bantargebang. Langkah ini untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Sarana dan prasarana pemadaman yang disiapkan meliputi pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, serta mobil spray steam.
>>> Estimasi Awal, Outflow Bisa Sentuh Rp4 T Imbas Sikap S&P DJI
Kepala DLH Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill dilakukan secara berkala. Hal itu sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau.
DLH Jakarta juga berkoordinasi dengan PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan baik.
Dudi menyebut langkah ini sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang.
>>> Gerindra Tanggapi Ambisi PSI Jadikan Jawa Tengah Kandang Gajah
Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengoperasian Posko Siaga Bencana yang berjalan 24 jam secara bergiliran.
Penugasan petugas piket ditetapkan melalui Surat Tugas Piket Siaga Bencana. Hal ini guna memastikan pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi berjalan rutin dan berkelanjutan.
Seluruh alat berat seperti excavator dan bulldozer juga dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam.
>>> Lapangan Bola Rawa Badak Tergenang Air, DPRD DKI Minta Pemprov Benahi
Alat berat tersebut dibutuhkan untuk mendukung lokalisasi area, membuka akses penanganan, dan membantu pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan landfill.
