Meski demikian, beberapa adegan membuat penonton berharap lebih banyak momen romantis.
Kelemahan di Paruh Kedua
Masalah utama The First Jasmine adalah cerita mencapai puncak emosional terlalu cepat.
Akibatnya, antiklimaks muncul saat plot bergerak ke babak final.
Paruh akhir terasa buru-buru karena memaksa menyelesaikan terlalu banyak konflik sekaligus.
Resolusi masalah psikologis Ye Li, misteri Lishan Academy, perebutan takhta, dan kampanye militer terjadi bersamaan.
Penyelesaian konflik bergulir mendadak, kontras dengan paruh awal yang pelan.
Isu politik istana di paruh kedua menjadi titik lemah karena ditulis bertele-tele.
Penyuntingan gambar terkadang terasa patah, seolah ada adegan yang hilang.
Penulis naskah sering melempar nama karakter baru tanpa pengenalan, memicu kebingungan.
Karakter pendukung di paruh akhir menumpuk dan terasa membosankan.
Meski demikian, The First Jasmine tetap menjadi tontonan solid dengan akting Bai Lu di atas rata-rata.
>>> Tilly Norwood, Aktor AI Pertama, Siap Debut di Film Layar Lebar
Terlepas dari kelemahan teknis dan narasi, drama ini layak diapresiasi tinggi.
