Kapasitas tenaga nuklir global diperkirakan akan melonjak 44% dalam dekade mendatang, setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang lamban.
Laporan BloombergNEF yang dirilis Rabu (9/7/2026) menyebutkan, dunia kemungkinan memiliki kapasitas terpasang hingga 535 gigawatt pada 2036, naik dari 372 gigawatt pada tahun lalu.
Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan listrik dan upaya agresif membangun reaktor di China dan India.
China Ungguli AS
China memiliki reaktor dengan kapasitas 59 gigawatt yang sedang dibangun pada akhir 2025.
Negara itu diperkirakan mencapai total 102 gigawatt pada akhir dekade ini, angka yang akan mendorongnya melampaui AS sebagai negara nuklir terbesar di dunia.
Industri nuklir juga diuntungkan oleh upaya internasional mengendalikan perubahan iklim, yang meningkatkan permintaan akan listrik bebas karbon dari reaktor nuklir.