Setidaknya 11 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah tornado melanda Provinsi Hubei, China tengah, pada Senin malam (6/7).
Badai petir menerjang beberapa wilayah di Hubei timur dan memengaruhi 14.600 orang, demikian laporan kantor berita Xinhua.
>>> Update Juli 2026! Ini Daftar HP Redmi 2 Jutaan dengan Spesifikasi Terbaik
Lebih dari 330 orang mengalami luka-luka dan satu orang dilaporkan hilang. Sebanyak 20 rumah roboh, sementara lebih dari 4.800 unit rumah lainnya rusak.
Tornado Langka di Hubei
Tornado berkekuatan EF2 yang jarang terjadi melanda Kota Huanggang dan merusak sejumlah bangunan.
Sebuah perusahaan logistik dan proyek gudang terkena dampak parah. Beberapa truk terangkat dan berpindah tempat akibat angin kencang hingga 30 meter.
Menurut China Weather News, tornado biasanya tercatat di provinsi selatan dan pesisir seperti Guangdong dan Jiangsu. Kejadian di Hubei tergolong langka.
>>> Raja Charles Buka Lowongan Videografer, Gaji Capai Rp1,2 Miliar per Tahun
Ahli meteorologi Wang Xiaoling mengatakan kepada Hubei Daily bahwa sisa-sisa Badai Tropis Maysak turut berkontribusi terhadap tornado tersebut.
Banjir di China Selatan
Di China selatan, empat orang tewas di Kota Hengzhou dan delapan lainnya hilang akibat banjir besar dari curah hujan rekor akibat Maysak di wilayah Guangxi.
Lebih dari 53.000 orang dievakuasi di Hengzhou, dan 8.000 lainnya di Kabupaten Binyang. Guangxi mengeluarkan peringatan merah untuk banjir pada Selasa.
>>> Berdalih Isu Kerja Paksa, AS Racik Rencana Tarif Impor Baru
Ketinggian sungai naik hingga 7,5 meter di atas level waspada, menurut Xinhua.
