unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali

Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
Ilustrasi: Di Dalam Hospis Korea, Tempat Kehidupan Dimulai Kembali
A A Ukuran Teks16px

Keinginan Kecil di Akhir Hayat

Jika tujuan rumah sakit adalah pengobatan, kata Park, tujuan hospis berbeda. Yakni "memenuhi keinginan sehari-hari setiap hari," katanya.

Dalam praktiknya, itu berarti memenuhi keinginan kecil sebelum pasien kehabisan waktu.

Bagi pasien yang mendekati kematian, hal-hal kecil menjadi mendesak. Jika seseorang mengatakan ingin telur goreng, perawat menelepon relawan dan memintanya segera.

Jika seseorang ingin cat kuku cerah, seorang relawan yang memiliki usaha nail art datang ke bangsal.

Pekerja hospis, kata Park, berusaha mencegah satu jenis penyesalan. Mereka tidak ingin pasien meninggalkan dunia dengan berpikir, "Ah, seharusnya aku mencoba itu."

Seorang anak memulai pengobatan leukemia pada usia sekitar 2 tahun dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di rumah sakit hingga ia berusia 5 tahun.

in2

Ia memiliki sedikit kenangan masa kecil di luar bangsal.

Keinginan pertamanya adalah makan kue krim kocok, sesuatu yang belum pernah ia cicipi. Para perawat pergi ke toko roti terkenal dekat rumah sakit untuk membelikannya.

Mereka merekam anak itu dengan bahagia memakan kue dengan krim kocok di seluruh tangannya, dan ibunya menonton video itu berulang kali.

Keinginan keduanya adalah bertemu Lightning Man, karakter superhero dari acara televisi anak-anak populer Korea "Ding Dong Dang Kindergarten".

Seluruh tim perawat bekerja sama untuk mendapatkan tiket pertunjukan musikal "Lightning Man".

Namun pada hari pertunjukan, demam anak itu tiba-tiba melonjak, sehingga mustahil baginya untuk hadir. Kekecewaan itu sangat memilukan karena tidak ada yang tahu apakah akan ada kesempatan lain.

Maka tim medis memutuskan untuk menjadi "Lightning Man" sendiri. Para perawat membeli kostum secara daring, dan dokter yang merawat mengejutkan anak itu dengan memakainya saat visite.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot