Serangan terakhir terhadap UEA terjadi pada Mei ketika sebuah drone memicu kebakaran di tepi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir negara itu.
Kapal Terbakar di Selat Hormuz
Dalam serangan di Selat Hormuz, sebuah kapal kontainer berbendera Siprus dihantam Iran dan mengalami "kerusakan ruang mesin yang signifikan," serta seorang awak sipil dilaporkan hilang, kata Komando Pusat AS.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris, yang diawasi militer Inggris, mengatakan kapal itu berlayar di rute yang mengikuti garis pantai Oman.
Itu adalah cara kapal keluar-masuk Teluk Persia sambil menghindari perairan teritorial Iran. Awak kapal meninggalkan kapal saat terbakar.
Pasukan Garda Revolusi Iran mengatakan beberapa kapal "mengabaikan peringatan dan instruksi kami untuk mengoreksi jalur mereka dan melanjutkan sepanjang rute yang disetujui."
>>> Pelaku Teror Acak di Tangerang Ditangkap Polisi
Salah satunya "dihantam tembakan peringatan dan dihentikan."
Iran mengatakan selat itu akan tetap ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut" dan akan mempertimbangkan untuk menargetkan "pangkalan musuh tambahan di kawasan" jika menghadapi lebih banyak serangan.
Serangan AS terhadap Iran dilaporkan menargetkan Bandar Abbas dan Sirik, serta daerah lain di sepanjang tepi selat, demikian laporan media pemerintah Iran.
Iran belum memberikan informasi langsung tentang korban atau kerusakan.
Diplomasi dan Ketegangan Berlanjut
Kekerasan terbaru terjadi setelah menteri luar negeri Iran dan Oman bertemu pada Sabtu untuk membahas selat tersebut, setelah beberapa hari serangan Iran terhadap kapal dan pembalasan AS yang menggagalkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang.
Selat sempit itu berada di perairan teritorial Iran dan Oman, tetapi telah lama dianggap sebagai jalur air internasional.
Oman mengatakan pihaknya dan Iran sepakat untuk terus membahas Selat Hormuz "di tingkat teknis dan politik." Namun, Iran tidak memberikan pernyataan tentang selat itu yang terbuka untuk semua.
