Distributor resmi adalah Erajaya Active Lifestyle melalui jaringan ritel seperti DJI Experience Store, Erafone, dan iBox. Varian termurah adalah drone + baterai standar seharga Rp6.100.000.
Fly More Combo (RC-N3) dibanderol Rp6.836.000, sedangkan Fly More Combo (RC 2) seharga Rp9.778.000.
>>> Eskalasi Perang di Iran Dorong Kilang Asia Buru Minyak AS
Varian tertinggi Fly More Combo Plus (RC 2) dengan baterai Plus 52 menit dijual Rp11.004.000.
Perbandingan dengan DJI Lito 1
DJI Lito X1 unggul dari DJI Lito 1 melalui sensor kamera lebih besar, tambahan LiDAR depan, dan storage internal 42 GB.
Perbedaan harga keduanya sekitar 20 persen.
DJI Lito 1 memiliki sensor 1/2 inci 48MP tanpa LiDAR dan tanpa storage internal. Harganya mulai Rp4.900.000.
Fitur waypoint flight hanya tersedia di Lito X1.
Fitur Unggulan DJI Lito X1
Fitur paling menonjol adalah kombinasi LiDAR depan dan sensor omnidirectional 5-lux yang mendeteksi rintangan dari segala arah.
Sistem ini didukung ActiveTrack untuk melacak subjek bergerak hingga 12 m/s.
LiDAR depan memungkinkan navigasi presisi di area kompleks. QuickTransfer Wi-Fi 6 dengan kecepatan hingga 50 MB/s memudahkan transfer file.
Cara Menerbangkan untuk Pemula
Langkah pertama adalah membuka kotak dan mencocokkan kelengkapan. Lepas pelindung gimbal, tekan tombol daya untuk cek baterai, dan isi daya penuh sebelum terbang.
Pasang stik kontrol ke remote, hubungkan perangkat mobile, dan buka aplikasi DJI Fly.
Buka lengan drone untuk mengaktifkan daya, lakukan kalibrasi kompas jika diminta, dan tunggu sinyal GPS stabil.
Uji hover rendah terlebih dahulu sebelum terbang lebih tinggi. Setelah terbiasa, pengguna bisa mengeksplor fitur Waypoint Flight untuk rute otomatis.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan DJI Lito X1 meliputi sensor 1/1.3 inci, LiDAR depan, storage 42 GB, dan build quality solid.
Transmisi O4 stabil dan fitur keselamatan canggih.
>>> Bocoran Teka-teki Snack MPLS 2026 yang Viral, Jangan Sampai Salah!
Kekurangannya adalah kecepatan akselerasi sedikit lebih lambat dibanding drone kelas atas DJI. Namun, trade-off ini wajar mengingat posisinya sebagai drone entry-level dengan harga terjangkau.
