Belkin memperkenalkan power bank terbaru yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya cadangan, tetapi juga dilengkapi fitur unik.
Produk bernama Belkin BoostCharge Pro Power Bank 10K ini memiliki kapasitas 10.000mAh, dukungan pengisian cepat hingga 45W, serta lampu LED dengan sensor gerak.
>>> StepX Neo, Smartphone Agentic AI Pertama dari China yang Bisa Pesan Tiket dan Restoran Sendiri
Fitur tersebut membuat perangkat ini berbeda dari kebanyakan power bank di pasaran.
Selain mengisi daya smartphone, tablet, atau perangkat elektronik lainnya, pengguna dapat memanfaatkannya sebagai lampu tidur, lampu darurat, hingga pencahayaan tambahan saat panggilan video.
Saat ini, Belkin telah memasarkan produk tersebut di China melalui platform JD. com dengan harga sekitar 329 yuan atau setara Rp740 ribuan, tergantung nilai tukar.
Kapasitas 10.000mAh dan Pengisian Cepat 45W
Belkin BoostCharge Pro menawarkan kapasitas baterai 10.000mAh, yang cukup untuk mengisi ulang sebagian besar smartphone hingga dua kali, tergantung kapasitas baterai perangkat.
Seluruh sistem pengisian daya menggunakan koneksi USB Type-C, tanpa port USB-A.
>>> Xiaomi Mijia Smart Bathroom Heater P1: Pemanas Kamar Mandi Pintar dengan Radar 24GHz
Belkin juga menyematkan kabel USB-C braided yang terintegrasi langsung dengan bodi perangkat, sehingga pengguna tidak perlu membawa kabel tambahan.
Selain kabel bawaan, tersedia satu port USB-C tambahan.
Baik kabel internal maupun port tersebut sama-sama mampu menghasilkan daya hingga 45W, sehingga dapat digunakan untuk mengisi berbagai perangkat yang mendukung fast charging.
Dukungan USB Power Delivery dan PPS
Belkin melengkapi power bank ini dengan dukungan standar pengisian cepat modern, termasuk USB Power Delivery (PD) dan Programmable Power Supply (PPS).
Dengan dukungan tersebut, perangkat kompatibel seperti smartphone flagship, tablet, konsol genggam, hingga laptop tertentu dapat mengisi daya lebih cepat dan efisien.
>>> 3 Hal yang Jarang Diketahui tentang HP Flagship, Ternyata Bukan Cuma Chipset dan Kamera
Ketika pengguna menghubungkan dua perangkat sekaligus, sistem akan secara otomatis membagi distribusi daya. Perangkat utama memperoleh output hingga 30W, sedangkan perangkat kedua menerima daya 15W.

