Blokade Laut dan Dampak Ekonomi
AS memberlakukan kembali blokade laut di pelabuhan Iran pada Rabu.
>>> Rupiah Sentuh Level Rp17.998/US$ di Pasar NDF, Terdongkrak Investasi
Militer AS mengatakan telah mengalihkan tiga kapal komersial yang mencoba menerobos blokade, melumpuhkan satu kapal yang tidak patuh, dan menaiki kapal lain untuk memastikan kepatuhan.
Pengiriman kargo mingguan melalui Selat Hormuz turun hampir seperempat pada awal bulan ini, menurut data Lloyd's List Intelligence.
Beberapa pengirim minyak mematikan perangkat lokasi saat melintasi selat, namun banyak yang memilih berhenti.
Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $85 per barel pada Kamis, lebih tinggi 15% dari sebelum perang, tetapi masih jauh di bawah puncak $120.
Kenaikan harga menjadi tantangan bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilu November.
Upaya Diplomasi dan Pembebasan Sandera
Trump mengatakan kesepakatan damai masih mungkin.
Ia menyebut Teheran melakukan isyarat baik dengan membebaskan warga negara AS yang ditahan sejak 2024, Dena Karari, seorang warga Iran-Amerika yang menjalankan organisasi nirlaba dan dituduh mata-mata.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan upaya membawa AS dan Iran ke meja perundingan terus dilakukan, namun semakin sulit.
Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran, mengancam akan melancarkan serangan luas ke "semua infrastruktur di kawasan" jika AS menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran.
>>> Cara Cek Desil Kemensos Juli 2026 Online via Cek Bansos
Ia menegaskan Selat Hormuz adalah "garis merah yang tak terkalahkan."
