Final Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi pesepak bola. Tekanan besar dan sorotan global membuat satu momen bisa mengubah pemain menjadi legenda.
Sepanjang sejarah, banyak pemain hebat tampil di final. Namun, hanya sebagian yang benar-benar memberi pengaruh besar pada hasil pertandingan.
>>> AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Targetkan Infrastruktur Militer
Menjelang final Spanyol melawan Argentina pada 2026, sejarah mengingatkan pada enam nama yang pernah menjadi pahlawan di partai puncak.
Menariknya, tidak semuanya bintang utama sebelum laga.
Geoff Hurst – Inggris, 1966
Geoff Hurst adalah satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia.
Menghadapi Jerman Barat di Wembley, ia mencetak dua gol pada waktu normal dan satu gol di perpanjangan waktu.
>>> Dua Tentara AS Tewas, Satu Hilang dalam Serangan Iran di Yordania
Gol keduanya masih kontroversial karena bola membentur mistar sebelum diputuskan melewati garis. Inggris menang 4-2, dan Hurst menjadi pahlawan terbesar final 1966.
Mario Kempes – Argentina, 1978
Mario Kempes menjadi sosok penting saat Argentina meraih gelar Piala Dunia pertama di kandang sendiri. Melawan Belanda, ia membuka keunggulan dan mencetak gol lagi di perpanjangan waktu.
Ia juga membantu Daniel Bertoni mencetak gol ketiga. Kempes tidak hanya pahlawan final, tetapi juga pencetak gol terbanyak turnamen.
Marco Tardelli – Italia, 1982
Marco Tardelli mencetak gol ikonik di final 1982 melawan Jerman Barat. Selebrasinya yang penuh emosi menjadi salah satu momen paling dikenang dalam sejarah Piala Dunia.
>>> AS Lancarkan Serangan ke Iran Usai Dua Tentara Tewas di Yordania
Gol tersebut memastikan kemenangan Italia 3-1 dan gelar keempat mereka. Tardelli membuktikan bahwa seorang gelandang pun bisa menjadi bintang di panggung terbesar.
