PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menegaskan penerapan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk fraud dan korupsi.
Langkah ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola perusahaan serta perlindungan terhadap nasabah dan kepercayaan publik.
>>> Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Siapa Angkat Trofi?
Komitmen tersebut sejalan dengan penguatan tata kelola di lingkungan badan usaha milik negara di bawah koordinasi Danantara.
BNI menjalankan penanganan fraud secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi dini, investigasi, hingga pelaporan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Fondasi Integritas Selama Delapan Dekade
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa tata kelola dan integritas merupakan fondasi utama yang dijaga perseroan selama delapan dekade.
“Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan.
Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan,” ujarnya.
Menurut Okki, BNI tidak memberikan toleransi terhadap fraud maupun korupsi karena tindakan tersebut berpotensi merugikan perusahaan dan nasabah.
>>> Harga Emas Diproyeksikan Lanjut Tertekan, Dibayangi Arah Inflasi
Selain itu, praktik tersebut juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Untuk memperkuat pencegahan, BNI terus menyempurnakan sistem pengendalian internal, mekanisme pengawasan, serta proses bisnis yang berorientasi pada prinsip kehati-hatian.
Perseroan juga meningkatkan kemampuan deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan secara lebih cepat.
“Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi,” kata Okki.
Swadharma Bhakti Nagara menjadi tema peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI pada 5 Juli 2026.
Tema tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan negara.
>>> Korsel Longgarkan Aturan Valas, Transaksi Won Lebih Mudah
BNI menilai efektivitas pencegahan fraud tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada integritas pegawai serta konsistensi penerapan budaya kepatuhan di seluruh tingkatan organisasi.
