Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyatakan pihaknya masih melakukan penyisiran data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini bertujuan memastikan data akurat dan mencegah perhitungan ganda.
Dalam proses evaluasi, ditemukan adanya sekolah yang dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi ini berpotensi menyebabkan jumlah penerima manfaat tercatat dua kali.
"Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya. Karena terakhir itu 62,7 juta penerima manfaat, itu kami sisir betul-betul.
Karena ternyata ada, misalnya, satu sekolah yang dilayani oleh dua SPPG.
Kami lihat, 'Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel,' maksudnya jumlahnya jadi dobel," kata Agustina usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7).
Agustina menjelaskan penyisiran dilakukan satu per satu agar program MBG tepat sasaran.
BGN ingin memastikan setiap penerima tercatat dengan benar sehingga program memberikan dampak optimal terhadap perbaikan gizi masyarakat.
Selain pembenahan data, komposisi penerima manfaat MBG saat ini masih didominasi peserta didik. Sekitar 76% penerima merupakan siswa dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.