Seoul Science Center di Nowon District, Seoul, akan menggelar festival sains musim panas tahunan mulai 29 Juli hingga 2 Agustus.
Acara bertajuk Midsummer Science Museum ini mengusung konsep unik "pasar sains" yang mengubah barang sehari-hari menjadi objek pembelajaran geologi, kimia, dan ekologi.
Direktur museum Yoo Man-sun mengatakan festival dirancang agar orang tua dan anak dapat menemukan sains dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui permainan dan pertunjukan, kami ingin pengunjung secara alami menumbuhkan minat terhadap cara kerja dunia," ujarnya.
Salah satu kegiatan utama adalah mewarnai kuku dengan bunga pacar air, tradisi musim panas di Korea, sambil mempelajari kimia pigmen tanaman.
Pengunjung juga bisa mengamati struktur daun pacar air di bawah mikroskop elektron.
Di stasiun lain, peserta dapat memilih dan menghias batu peliharaan setelah memeriksa sampel mineral dengan kaca pembesar untuk belajar geologi dasar.
Tersedia pula lokakarya tentang obat nyamuk ramah lingkungan dan ekosistem sawah, serta pertunjukan sains dan gelembung.
Untuk mengatasi cuaca panas, museum akan memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00 pada Sabtu, 1 Agustus.
Malam itu akan ada demonstrasi tornado dinamis dan sesi pengamatan bintang di observatorium museum.
Festival juga melibatkan pemuda melalui stan interaktif dan busking sains yang dijalankan oleh klub mahasiswa dan pendukung edukasi museum.
Pemerintah kota memperkirakan sekitar 37.000 pengunjung akan hadir selama lima hari.
Sebagian besar kegiatan gratis tanpa reservasi, dengan beberapa program menawarkan uji coba mulai 25 Juli.