Pengunjung Museum Sejarah Seoul kini dapat berjalan melintasi masa lalu kota selama berabad-abad dan menyaksikan pemandangan yang terlupakan muncul di sekitar mereka melalui pengalaman realitas tertambah (AR) baru.
Museum tersebut mengumumkan pada Selasa bahwa mereka mengoperasikan pameran realitas tertambah percontohan bertajuk "Time Travel in Seoul" di ruang pameran permanen lantai tiga.
>>> Seoul Rekomendasikan 5 Jalur Hutan Seoul Trail untuk Musim Panas
Pameran ini memungkinkan pengunjung yang mengenakan kacamata AR untuk melihat rekreasi digital landmark bersejarah Seoul dan kehidupan sehari-hari.
Pengalaman ini menggunakan teknologi komputasi spasial yang merespons gerakan pengunjung secara real-time, menempatkan konten 3D langsung di atas lingkungan museum.
Saat pengunjung bergerak melalui pameran, mereka dapat melihat rekonstruksi 3D Gerbang Donuimun dari era Dinasti Joseon (1392-1910), trem Gyeongseong yang bergerak dari periode pembukaan dan era Kekaisaran Korea, serta becak yang melintasi pemandangan dari masa penjajahan Jepang.
Bagian terakhir menciptakan kembali Seoul modern dengan simbol Olimpiade Seoul 1988 "Boy with a Hoop" dan karakter penjaga kota, Haechi, yang menyambut pengunjung.
Proyek ini menggabungkan arsip sejarah Museum Sejarah Seoul dengan teknologi AR dari Qualcomm dan kemampuan konten imersif dari perusahaan komputasi spasial Hypercloud.
>>> Korea Jadikan Perjalanan Sepak Bola Domestik sebagai Mesin Pariwisata Daerah
Museum mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan model "museum pintar" di mana pengunjung secara aktif mengalami sejarah daripada sekadar melihat tampilan.
Pameran ini juga memperkenalkan misi interaktif yang menampilkan karakter utama "Gatssaeng Doryeong," yang memandu pengunjung saat mereka mengumpulkan kartu virtual yang menampilkan artefak penting.
Peserta dapat mengumpulkan kartu yang menampilkan lukisan, patung, dokumen sejarah, jam, bendera, dan catatan arsitektur, kemudian memilih panduan audio dan berpartisipasi dalam kuis terkait setiap era.
Museum menyebutkan salah satu fitur utama pameran adalah sistem penentuan posisi dalam ruangan berbasis kamera yang memungkinkan konten digital merespons secara otomatis tanpa mengharuskan pengunjung mengoperasikan perangkat terpisah.
>>> Kedutaan Besar Polandia Dukung Retrospective Kieslowski di Seoul
Program gratis ini akan berlangsung hingga 31 Oktober dan tersedia melalui reservasi di lokasi di stan penyewaan dekat ruang pameran permanen lantai tiga, dengan empat hingga lima pengunjung diizinkan per sesi.
