Menjelang tahun ajaran baru, operator sekolah di seluruh Indonesia dihadapkan pada tugas rutin: menambahkan data siswa baru ke Dapodik 2027.
Proses ini menjadi krusial karena data peserta didik yang valid menjadi dasar alokasi dana BOS, penyusunan rombongan belajar, hingga penyaluran tunjangan guru.
>>> Target Baru Saham DSSA Usai Ekspansi EBT & Bisnis Digital
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah operator langsung menginput data di aplikasi lokal tanpa mendaftarkan siswa terlebih dahulu di SPDATADIK.
Akibatnya, data gagal sinkron dan harus diulang dari awal.
Apa Itu Dapodik 2027?
Dapodik 2027 adalah versi terbaru sistem Data Pokok Pendidikan yang dirilis oleh Kemendikdasmen untuk pemutakhiran data semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.
Aplikasi ini digunakan oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan khusus.
Pembaruan ini bukan sekadar rutinitas tahunan.
Data yang tervalidasi melalui Dapodik 2027 menjadi acuan dalam penentuan alokasi dana BOS, penyusunan rombel, dan kelancaran penyaluran tunjangan profesi guru.
Syarat Sebelum Menambah Siswa Baru
Operator perlu menyiapkan beberapa hal sebelum memulai proses input.
Pastikan aplikasi Dapodik 2027 sudah terinstal dan ter-patch versi terbaru, akun operator aktif, koneksi internet stabil, dokumen resmi siswa seperti kartu keluarga atau akta kelahiran, file Excel berisi daftar nama siswa, dan kode registrasi sekolah yang masih berlaku.
Sumber Data Siswa Baru
Terdapat tiga sumber data untuk menambahkan siswa baru di Dapodik 2027.
Pertama, siswa pindahan dari sekolah lain pengguna Dapodik, yang didaftarkan melalui menu PD Baru di SPDATADIK dengan sumber data Dapodik.
Kedua, siswa lulusan atau pindahan dari madrasah Kemenag, yang menggunakan sumber data EMIS.

