Di kawasan Himalaya, pegunungan yang rapuh, aktivitas seismik, dan kondisi bawah tanah yang tidak terduga membuat proyek terowongan sangat berisiko.
Pada Februari lalu, ledakan di tambang batu bara di negara bagian Meghalaya menewaskan 18 pekerja.
Pada 2023, bagian terowongan di Uttarakhand utara runtuh dan menjebak 41 pekerja selama 17 hari sebelum mereka diselamatkan.
Para ahli mengatakan cekungan Sungai Teesta, tempat proyek PLTA dibangun, berada di wilayah aktif seismik dengan formasi batuan muda yang rapuh dan penuh retakan.
Dr. Devesh Walia, profesor geologi di North-Eastern Hill University, mengatakan area tersebut mengandung formasi batuan muda yang terkait dengan lapisan pembawa batu bara.
>>> Honor X6c Hadirkan AI Button, Akses Google Gemini Cukup Sekali Sentuh
“Sangat mungkin metana bersama gas lain terakumulasi di bawah tanah dan memicu ledakan,” ujarnya.
