Wisatawan asing di Seoul kini semakin sering mengunjungi lokasi syuting, pasar tradisional, dan jalur pendakian gunung, tidak lagi hanya berfokus pada pusat perbelanjaan dan landmark kerajaan.
Hal itu terungkap dalam analisis data terbaru dari Seoul AI Foundation yang dirilis Rabu (22/7/2025).
>>> Seoul Siap Jadi Panggung Seni Raya dengan Kiaf dan Frieze September
Analisis tersebut menggunakan data mobilitas SK Telecom dan ulasan Google Maps dari wisatawan asing.
Myeong-dong masih menjadi destinasi dengan rata-rata kunjungan harian tertinggi, yaitu 100.910 wisatawan asing.
Disusul N Seoul Tower dengan 57.370, Samseong Station dan Coex 46.813, Gangnam Station 41.210, serta Hongdae 40.213.
Pertumbuhan Pesat di Beberapa Destinasi
Pertumbuhan tercepat tercatat di Dongdaemun Design Plaza dengan kenaikan 12,1 persen. Hongdae dan Naksan Park masing-masing naik 10,5 persen, sementara Gwangjang Market naik 10,4 persen.
N Seoul Tower memiliki proporsi wisatawan asing tertinggi, yaitu 55,7 persen dari total pengunjung.
Myeong-dong menyusul dengan 47,1 persen, diikuti Namdaemun Market, Samseong Station dan Coex, serta Dongdaemun Design Plaza.
>>> Warisan Hidup Korea Jadi Pusat Perhatian di Sidang Warisan Dunia Busan
Destinasi bersejarah seperti Gyeongbok Palace dan Bukchon Hanok Village sangat populer di kalangan wisatawan dari Vietnam, Filipina, dan Singapura.
Sementara pusat perbelanjaan seperti Myeong-dong, Namdaemun Market, dan Gwangjang Market lebih banyak dikunjungi turis Jepang dan China.
Fenomena K-Hiking
Laporan tersebut juga menyoroti fenomena K-hiking yang berkembang pesat. Gunung Bukhan menjadi tujuan pendakian favorit dengan rata-rata 4.015 pendaki asing per hari.
Pertumbuhan tertinggi terjadi di Gunung Acha sebesar 11,8 persen, disusul Gunung Gwanak 10 persen.
Ulasan Google Maps menunjukkan Gyeongbok Palace mendapat rating tertinggi 4,7 dari 5, sementara Seoul Forest mencatat sentimen positif tertinggi 79,9 persen.
Seoul AI Foundation menilai masih diperlukan peningkatan dalam panduan multibahasa, navigasi, dan fasilitas pengunjung.
>>> Pertunjukan Harian Warisan Budaya Korea di Sidang Komite Warisan Dunia
Presiden Seoul AI Foundation Kim Man-gi mengatakan analisis ini bermakna karena menggunakan data untuk melihat ke mana wisatawan asing pergi dan bagaimana mereka menikmati kota.
