Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan terperosok ke zona merah pada perdagangan Kamis (23/7/2026).
Indeks ditutup melemah 0,3% di posisi 6.315.
>>> Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah, Ancaman Baru Jalur Minyak
Pelemahan IHSG dipicu oleh turunnya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BBCA dan BRPT. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 6.454 hingga level terendah 6.306.
Faktor lain yang menekan indeks adalah kenaikan harga minyak mentah global yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Hal ini membuat pelaku pasar khawatir akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Ribuan Pengunjuk Rasa Duduki Ibu Kota India, Polisi Tindak Demonstran
Menurut Phillip Sekuritas Indonesia, militer AS telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran. Situasi geopolitik ini menambah ketidakpastian di pasar.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai perdagangan mencapai Rp23,94 triliun dari 63,31 miliar saham yang ditransaksikan.
>>> Gambaran PFII: Modal, Skema Aktivitas, hingga Insentif
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,18 juta kali.
