Rusia sedang mengkaji perpanjangan larangan ekspor solar selama satu bulan lagi. Hal ini menyusul meningkatnya serangan Ukraina terhadap industri minyak negara tersebut, demikian dilaporkan Interfax mengutip sumber anonim.
Langkah ini berpotensi menambah tekanan pada pasar bahan bakar yang sudah tertekan akibat gangguan pasokan di Timur Tengah.
>>> Hilirisasi Nikel RI Hasilkan Investasi Rp690,3 T dalam 5 Tahun
Rusia merupakan salah satu pemasok solar utama dunia.
Selain solar, pihak berwenang di Moskwa juga membahas perpanjangan larangan ekspor bensin selama enam bulan lagi.
Keputusan ini diambil setelah gelombang serangan Ukraina yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kilang-kilang minyak Rusia.
>>> 21 Situs Nonton Film Online Legal, Alternatif Aman Pengganti IndoXXI dan LK21
Serangan tersebut menurunkan tingkat pengolahan minyak mentah ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Akibatnya, terjadi krisis bahan bakar di berbagai wilayah Rusia dengan pembatasan penjualan bensin dan solar.
>>> Harga Emas Perhiasan 24K Hari Ini 24 Juli 2026 Naik Lagi, Dibanderol Rp2.270.000 per Gram
Kyiv juga meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Laut Hitam dan Laut Azov. Situasi ini mendorong Moskwa untuk memperketat pembatasan ekspor guna mengamankan pasokan domestik.
